Pencarian

Podcast Kelupas

Pelabuhan Buruk Bakul Berpeluang Dukung Perdagangan Riau di Asia Tenggara

Jumat, 09 Oktober 2026 • 22:29:23 WIB
Pelabuhan Buruk Bakul Berpeluang Dukung Perdagangan Riau di Asia Tenggara
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama Ketua Kadin Dumai, Zulfan Ismaini, di Ruang Rapat Gubernur Riau, Jumat (9/10/2026).

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai menjajaki peluang pengembangan Pelabuhan Buruk Bakul di Kabupaten Bengkalis. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas perdagangan dan meningkatkan daya saing ekonomi Riau di kawasan Asia Tenggara.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dumai, Zulfan Ismaini, di Ruang Rapat Gubernur Riau, Jumat (9/10/2026).

Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penjajakan investasi, kebutuhan infrastruktur, dukungan pemerintah pusat, hingga peluang kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha.

Pengembangan Pelabuhan Buruk Bakul menjadi salah satu potensi yang dijajaki untuk mendukung perdagangan regional, memperkuat sektor industri, serta membuka peluang investasi baru di Provinsi Riau.

Meski demikian, realisasi rencana tersebut membutuhkan persiapan yang matang. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain kajian kelayakan, perencanaan teknis, kepastian pembiayaan, serta dukungan pemerintah pusat.

SF Hariyanto menegaskan, pembangunan infrastruktur strategis harus didukung perencanaan yang jelas dan skema pembiayaan yang terukur, bukan sekadar gagasan.

Ia mencontohkan rencana pembangunan jembatan di kawasan Bengkalis yang telah dilengkapi dokumen pendukung, termasuk desain, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), dan studi kelayakan.

"Kita sudah menyiapkan perencanaan untuk pembangunan jembatan di kawasan Bengkalis, termasuk desain, analisis mengenai dampak lingkungan dan studi kelayakannya. Sekarang yang perlu kita dorong adalah bagaimana mencari investor serta memastikan dukungan dan jaminan pemerintah pusat agar proyek tersebut bisa direalisasikan," tuturnya.

Menurut SF Hariyanto, keterlibatan dunia usaha dan generasi muda juga penting dalam mendorong pembangunan daerah. Potensi ekonomi Riau, kata dia, perlu dipetakan dan dikembangkan melalui kerja sama yang terarah dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

"Kita ingin anak-anak muda yang punya semangat membangun ikut mengambil bagian dalam pengembangan potensi daerah. Kalau ada gagasan dan peluang yang bisa kita kerjakan bersama, mari kita susun dengan jelas agar tanggung jawab pemerintah dan dunia usaha bisa berjalan seiring," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Dumai, Zulfan Ismaini, mengatakan pihaknya tengah menjajaki peluang investasi untuk pengembangan pelabuhan di kawasan Buruk Bakul.

Menurut Zulfan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan untuk mendukung perdagangan regional sekaligus memperkuat ekosistem industri dan perekonomian Riau.

"Kami melihat kawasan Buruk Bakul memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari penguatan perdagangan Riau di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, kami ingin menjajaki investasi yang dapat mendukung pembangunan pelabuhan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi dan industri daerah," katanya.

Zulfan menambahkan, penguatan infrastruktur perlu diiringi strategi promosi potensi daerah agar semakin dikenal oleh pelaku usaha dan investor, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya mencari peluang pengembangan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas perdagangan dan investasi di Riau. Namun, realisasi pengembangan Pelabuhan Buruk Bakul masih memerlukan kajian, perencanaan, pembiayaan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks