PEKANBARU (RA) - Setiap menit ada 8 orang yang meninggal karena penyakit kardiovaskular di Asia Tenggara. Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Bukan hanya kelompok usia tua, prevalensi pada kelompok usia produktif mulai menunjukkan angka peningkatan.
Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) adalah momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit kardiovaskular dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya. Setiap tanggal 29 September, ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat, organisasi kesehatan, dan komunitas di seluruh dunia untuk bersama-sama mengenali faktor risiko, tanda dan gejala penyakit kardiovaskular dan memotivasi agar melakukan pencegahan sedini mungkin. Tujuannya agar angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dapat ditekan serendah-rendahnya.
Inisiatif Hari Jantung Sedunia muncul dari dokter-dokter yang tergabung dalam World Heart Federation yang bekerja sama dengan World Health Organization (WHO), yang sejak tahun 2000 hingga hari ini konsisten menyampaikan pesan ini dan diikuti pula oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di Indonesia.
Tahun 2026, tema yang diangkat adalah Don’t Miss a Beat. Artinya, pesan kepada masyarkat bahwa penyakit kardiovaskular seringkali terjadi tanpa disadari. Hingga kondisi penyakit sudah serius baru mulai disadari dan pada saat itu tingkat keparahan dan komplikasi penyakit sudah dalam kondisi berat.
Ada 3 poin penting dalam kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 kali ini,
Pertama, perhatikan tanda-tandanya (See the signs). Banyak sekali tanda penyakit kardiovaskular yang terjadi tanpa diketahui oleh seseorang. Dan kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja. Dengan mengenal tandanya maka akan membantu anda segera mengkonsultasikannya ke dokter dan diagnosis segera bisa diketahui.
Kedua, jaga jantung anda (Protect your heart). Hampir seluruh (jika tidak bisa dikatakan seluruhnya) penyakit kardiovaskular berhubungan dengan faktor risiko yang dapat dicegah. Langkah sederhana yang dilakukan secara rutin seperti misalnya, olahraga secara teratur atau diet seimbang, tidak merokok atau memantau tekanan darah secara berkala, akan memberikan perubahan bermakna dalam kesehatan jantung anda.
Ketiga, aksi nyata (Demand action). Himbauan kepada pemegang kebijakan di bidang kesehatan, dari jajaran pemerintah atau organisasi profesi kesehatan, agar memperkuat aksi dalam pencegahan penyakit, diagnosis dini, dan akses ke layanan kesehatan agar mendapat pelayanan kardiovaskular sehingga masyarakat mendapat tatalaksana yang tepat dan cepat.
Mengapa kesehatan jantung harus menjadi prioritas?
Karena jantung merupakan organ vital yang tidak pernah berhenti beraktivitas siang dan malam, dan merupakan kekuatan bagi organ lain. Jika lemah jantung, maka akan bepengaruh pada organ lainnya. Menjaga kesehatan jantung berarti turut menjaga seluruh kesehatan tubuh. Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskular dapat dideteksi melalui pemeriksaan medical check-up. Dan faktor risiko tersebut terbukti dapat dikendalikan dengan pola hidup sehat.
Siapa yang berisiko terhadap penyakit jantung?
Mereka yang berusia tua, memilik tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes melitus, obesitas, tidak rutin olahraga, pola diet yang tidak seimbang, dan faktor keturunan penyakit kardiovaskular. Bagi anda yang memiliki 2 diantara faktor diatas jangan pernah lengah dengan sinyal-sinyal tubuh anda. Kenali, nyeri dada khas jantung, dengan karakter yg khas seperti terhimpit saat aktivitas, sesak nafas saat beraktivitas atau tidur berbaring, keletihan yang tidak seperti biasanya, detak jantung yang tidak regular, kaki bengkak, dan perut begah terasa penuh. Segera bertemu dokter agar dapat membantu anda mencari tahu sebab keluhan-keluhan tersebut muncul.
Penulis: dr. Abdiyat Sakrie, Sp.JP, FIHA