Pencarian

Podcast Kelupas

5 Jam Menembus Medan Terjal, Kapolres Kampar Pimpin 98 Personel Padamkan Karhutla

Kamis, 17 September 2026 • 18:48:17 WIB
5 Jam Menembus Medan Terjal, Kapolres Kampar Pimpin 98 Personel Padamkan Karhutla
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung tim gabungan menuju lokasi kebakaran, Kamis (17/9/2026).

KAMPAR (RA) - Medan terjal dan berbatu cadas tak menghalangi tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, dengan Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bahkan memimpin langsung tim gabungan menuju lokasi kebakaran, Kamis (17/9/2026).

Untuk mencapai kawasan perbukitan tersebut, petugas harus menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh mencapai lima jam.

Operasi pemadaman dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Setibanya di lokasi, petugas menemukan tujuh titik api yang tersebar di kawasan perbukitan.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Ketujuh titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau, sementara identitas pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan.

Pemadaman tidak berjalan mudah. Selain kontur perbukitan yang terjal dan dipenuhi batu cadas, sumber air juga berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Petugas juga menghadapi kendala lain berupa tidak tersedianya jaringan komunikasi seluler di kawasan tersebut.

Koordinasi antarpetugas pun dilakukan secara langsung di lapangan. Air dan berbagai peralatan pemadaman harus diangkut secara bertahap menuju titik-titik api.

Sebanyak 98 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut.

Mereka terdiri dari 53 personel Polres Kampar dan Polsek Kampar Kiri, 28 personel Brimobda Polda Riau, dua personel TNI, 10 personel Manggala Agni, serta lima personel RPK PT Ciliandra.

Tim juga diperkuat sembilan kendaraan roda empat, 13 kendaraan roda dua, puluhan gulung selang, 10 nozzle, enam unit Mini Streker, dua mesin Robin, serta 50 jeriken cairan pemadam api X-Fire.

Lima Jam Menembus Medan

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan sulitnya medan tidak menjadi alasan bagi personel untuk menghentikan pemadaman.

"Hari ini kami membuktikan bahwa tidak ada medan yang terlalu jauh dan tidak ada keterbatasan yang boleh mengalahkan niat kami untuk menjaga alam. Perjalanan lima jam ini adalah bukti nyata bahwa kami datang bukan sekadar memadamkan api, tetapi menunjukkan bahwa setiap jengkal tanah di Kabupaten Kampar adalah tanggung jawab kami," tegas Boby.

Ia mengatakan personel akan terus bertahan di lokasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dari potensi munculnya kembali titik api.

"Api mungkin menyusup ke tempat yang sulit dijangkau, tetapi tekad kami untuk menjangkaunya jauh lebih besar. Kami tidak akan pulang sebelum lahan benar-benar dingin dan aman," tambahnya.

Hingga laporan disampaikan, seluruh tujuh titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah lokasi masih mengeluarkan asap yang mengindikasikan adanya bara di dalam tanah.

"Tim gabungan masih melakukan proses pendinginan secara bertahap dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia," pungkasnya.

Penyiraman dilakukan secara berulang untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Penyelidikan dilakukan sekaligus untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas terbakarnya lahan tersebut.

Kapolres Kampar mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian 110 atau pos keamanan terdekat," imbuhnya.

Langkah pelaporan dini dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan yang memiliki medan sulit dan sumber air terbatas.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks