PEKANBARU (RA) - Surat Keputusan (SK) yang menetapkan Afni Zulkifli, sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Siak ternyata telah terbit sejak 14 Agustus 2026.
Namun, hampir sebulan berlalu, Bupati Siak tersebut memilih belum banyak berbicara mengenai jabatan barunya. Afni justru meminta pembahasan soal politik ditunda sementara karena masih fokus menangani persoalan masyarakat yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
SK yang menunjuk Afni sebagai nakhoda baru NasDem Siak itu ditandatangani langsung Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh pada 14 Agustus 2026. Penyerahan SK Afni bersama Wakil Ketua Umum DPP NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa juga telah beredar.
Penunjukan Afni sebagai Ketua DPD NasDem Siak tertuang dalam SK DPP Partai NasDem Nomor 274/Kpts/DPP-NasDem/VII/2026.
Meski telah dipercaya memimpin partai di tingkat kabupaten, Afni justru meminta agar urusan politik tidak menjadi pembahasan utama saat masyarakat Siak masih menghadapi persoalan Karhutla.
"Kalau soal partai politik nanti-nanti saja bisa. Dahulukan kita bahas soal kepentingan rakyat yang masih berkutat dengan Karhutla. Meski Alhamdulillah titik api sudah padam, saya harus ngecek dulu ke lapangan bahwa semuanya berjalan baik dan jangan terulang," kata Afni, Minggu (13/9/2026).
Selama hampir dua pekan berada di Jakarta mengikuti KPPD IV Lemhannas, Afni tetap memantau perkembangan penanganan Karhutla di Siak. Ia menjadi satu-satunya kepala daerah dari Riau yang ditunjuk mengikuti pendidikan tersebut.
Di tengah kesibukannya mengikuti pendidikan, Afni juga terus memperbarui perkembangan situasi Karhutla. Hal itu menunjukkan bahwa pengendalian Karhutla tetap menjadi salah satu perhatian utama dalam kepemimpinannya.
Menurut Afni, kondisi Karhutla bukan momentum yang tepat untuk membicarakan soal kekuasaan di partai politik. Mantan wartawan itu bahkan memilih tidak menjadikan jabatan barunya sebagai bahan utama komunikasi di media sosial.
"Kurang elok bicara soal kekuasaan partai di tengah bencana. Di tengah situasi Karhutla, lebih baik fokus bahas urusan rakyat ketimbang soal kekuasaan di partai politik. Nanti ada masanya baru bahas politik," ungkapnya.
Afni mengaku belum bersedia memberikan banyak komentar mengenai posisi barunya sebagai Ketua DPD NasDem Siak. Saat ini, ia ingin terlebih dahulu kembali ke Siak setelah menyelesaikan pendidikan Lemhannas dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Setibanya di Siak, Afni berencana langsung turun ke sejumlah lokasi Karhutla. Salah satunya di Kecamatan Dayun. Ia juga akan mengevaluasi pelayanan pemerintahan serta melakukan konsolidasi bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
"Nanti saya langsung ke lokasi Karhutla di Dayun," jelas Afni.
Bagi Afni, urusan rakyat tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab politik. Karena itu, ia menilai menjalankan tugas pemerintahan dan memastikan masyarakat terlindungi merupakan prioritas yang harus didahulukan.
"Urusan rakyat bagian dari urusan partai. Jadi soal partai saya belum mau banyak komentar. Saat mengurus rakyat, sebenarnya sama seperti mengurus partai," ujar Afni.