Pencarian

Podcast Kelupas

9 Jam Padamkan Karhutla di Kampar Kiri, Kapolres Kampar Terobos Medan Terjal

Rabu, 09 September 2026 • 22:45:09 WIB
9 Jam Padamkan Karhutla di Kampar Kiri, Kapolres Kampar Terobos Medan Terjal
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bersama tim gabungan untuk memadamkan karhutla di Dusun Sungai Buyau, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.

KAMPAR (RA) - Jarak puluhan kilometer, medan perbukitan yang terjal hingga tidak adanya jaringan komunikasi tak menyurutkan langkah Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bersama tim gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Sungai Buyau, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.

Kapolres Kampar bahkan memimpin langsung proses pemadaman dan pendinginan di lokasi yang sulit dijangkau tersebut.

Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan sekitar 3 hektare. Operasi pemadaman berlangsung selama kurang lebih sembilan jam pada Rabu (9/9/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga 17.30 WIB.

Lokasi Karhutla berada sekitar 30 kilometer dari Polsek Kampar Kiri. Untuk mencapai titik kebakaran, tim harus melewati akses jalan dengan kondisi perbukitan dan medan yang cukup terjal.

Tantangan semakin berat karena kawasan tersebut tidak memiliki jaringan telepon seluler. Kondisi ini membuat koordinasi dan pelaporan selama proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Lahan yang terbakar memiliki karakteristik tanah semi-gambut dengan vegetasi berupa tumpukan stek, semak belukar, kebun sawit hingga kawasan hutan.

Sumber air di lokasi juga sangat terbatas. Tim hanya mengandalkan satu aliran sungai berukuran kecil untuk proses pemadaman.

Kondisi tersebut membuat penyiraman dan pendinginan harus dilakukan secara bergantian serta efisien agar seluruh area terdampak dapat ditangani.

Status lahan yang terbakar diketahui merupakan klaim masyarakat. Untuk memastikan kepemilikan lahan tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan.

Sebanyak 36 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari 20 personel Polres Kampar, 11 personel Polsek Kampar Kiri, dua personel PT PSPI dan tiga personel PT RAPP Sektor Logas.

Tim juga didukung 13 unit kendaraan roda dua, lima kendaraan roda empat, tiga mesin Ministrek, tiga nozzle serta 45 gulung selang berukuran 1,5 inci.

Karena kondisi medan tidak memungkinkan kendaraan maupun peralatan berat menjangkau titik kebakaran, sebagian besar peralatan harus dibawa dan dioperasikan secara manual.

"Kami menempuh perjalanan penuh rintangan, jalan yang jauh, medan yang terjal, sinyal yang hilang, dan air yang terbatas. Namun semangat kami untuk menyelamatkan alam tidak pernah surut," tegas Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang di lokasi.

"Hari ini kami datang bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang hidup dan merusak bumi kita," sambungnya.

Boby menegaskan keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk menyerah dalam menjalankan tugas.

"Justru di sinilah semangat pengabdian kita diuji. Semakin sulit medannya, semakin besar tekad kita untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Green Policing bukan sekadar program, melainkan bukti nyata bahwa Polri hadir hingga ke pelosok paling sulit sekalipun," ujarnya.

Di bawah arahan langsung Kapolres, tim melakukan pemadaman dan pendinginan di seluruh area terdampak yang diperkirakan mencapai 3 hektare.

Personel juga membuat sekat api secara manual untuk mencegah kobaran merembet ke kawasan hutan yang lebih luas.

Dengan keterbatasan sumber air, setiap penggunaan air dilakukan secara maksimal. Personel menyiram titik-titik yang terbakar hingga kondisi lahan benar-benar dingin guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Setelah berjibaku selama kurang lebih sembilan jam, upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil.

Pada pukul 17.30 WIB, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dinyatakan selesai.

Di seluruh area yang terbakar, tidak lagi ditemukan titik api maupun kepulan asap. Kondisi lahan juga dinyatakan dingin dan aman dari potensi munculnya kembali api.

Seluruh rangkaian penanganan Karhutla berakhir dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak, medan dan fasilitas tidak menyurutkan komitmen Polri dalam menangani Karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui semangat Green Policing, Kapolres Kampar bersama jajarannya menunjukkan upaya perlindungan masyarakat dan lingkungan tetap dilakukan hingga wilayah yang sulit dijangkau sekalipun.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks