PEKANBARU (RA) - Putra asli Kabupaten Kuantan Singingi, Ikhlash Hidayatullah, mendapat kepercayaan memimpin pelaksanaan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastama) Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau Tahun 2026.
Mahasiswa semester III Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tersebut dipercaya sebagai Ketua Pelaksana kegiatan yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026, di Auditorium Rektorat Lantai 5 UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Mastama Fakultas Ushuluddin Tahun 2026 mengusung tema "Satu Atap Ushuluddin: Membuka Jendela Ilmu, Merajut Ukhuwah, Mengukir Prestasi."
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari pimpinan Fakultas Ushuluddin. Salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Agus Firdaus Chandra, Lc., M.A.

Selain pengenalan lingkungan kampus, kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi wawasan dan motivasi dengan menghadirkan sejumlah narasumber.
Dua tokoh yang hadir sebagai narasumber yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Dr. Iib Nursaleh, S.H., M.H., serta Duta DPD RI Provinsi Riau Tahun 2025, Deri Wanhar Saputra, S.Pd.
Keduanya memberikan wawasan kepada mahasiswa baru terkait kepemimpinan, pengembangan kapasitas diri, peran generasi muda, serta pentingnya keberanian mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mendapat perhatian media. TVRI Riau turut hadir melakukan peliputan, sehingga pelaksanaan Mastama tidak hanya menjadi agenda internal kampus, tetapi juga mendapat ruang pemberitaan sebagai bagian dari kegiatan kemahasiswaan di lingkungan UIN Suska Riau.
Sebagai Ketua Pelaksana, Ikhlash mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan sekadar sebuah posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Bagi saya, kepercayaan ini bukan sekadar sebuah jabatan, tetapi sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjadi ketua pelaksana mengajarkan banyak hal, terutama bagaimana bekerja sama, mendengarkan, mengambil keputusan, dan tetap bertahan ketika menghadapi berbagai dinamika dalam prosesnya,” ujar Ikhlash.
Putra asli Kuantan Singingi itu menilai keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan.
"Momentum ini bukan tentang siapa yang paling terlihat, tetapi tentang bagaimana kita bisa menyelesaikan sebuah amanah bersama. Ada banyak proses, ada lelah, ada perbedaan pendapat, bahkan ada kekurangan. Namun, semua itu menjadi bagian dari perjalanan yang pada akhirnya mengajarkan bahwa sesuatu yang besar memang tidak pernah selesai dengan kerja seorang diri," katanya.
Ikhlash juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Ushuluddin atas dukungan yang diberikan, para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman, serta seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Menurutnya, Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru bukan hanya sebatas seremoni penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan yang akan menjadi tempat mereka belajar dan berkembang selama menempuh pendidikan.
"Momentum ini menjadi awal perjalanan mereka di Fakultas Ushuluddin. Harapannya, mahasiswa baru tidak hanya mengenal nama fakultas dan lingkungan kampus, tetapi juga memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa adalah perjalanan untuk belajar, bertumbuh, membangun ukhuwah, mengembangkan potensi, dan memberikan manfaat," tuturnya.
Bagi Ikhlash, pengalaman memimpin Mastama juga menjadi bagian dari proses pembelajaran sebagai mahasiswa dan organisatoris. Dari Kabupaten Kuantan Singingi, ia mengambil peran dalam kegiatan yang menjadi bagian penting dari penyambutan mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Ikhlash berharap semangat yang dibangun selama Mastama dapat terus dibawa mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
"Dari Kuantan Singingi, membawa semangat untuk terus belajar, mengabdi, dan memberi arti di lingkungan kampus. Dari satu atap Ushuluddin, membuka jendela ilmu, merajut ukhuwah, dan mengukir prestasi," pungkasnya.