PEKANBARU (RA) – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan dari dan menuju Pekanbaru semakin meluas. Sebanyak 19 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru dibatalkan pada Minggu (6/9/2026).
Pembatalan tersebut berkaitan dengan penyebaran abu vulkanik (volcano ash) di ruang udara serta penyesuaian operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
EGM Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengatakan pembatalan dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat.
"Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat," kata Achmad dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan data monitoring hingga pukul 09.39 WIB, penerbangan yang terdampak mencakup sejumlah maskapai dengan rute Jakarta-Pekanbaru maupun Pekanbaru-Jakarta.
Dari 19 penerbangan tersebut, empat merupakan penerbangan Pelita Air, lima penerbangan Citilink, dua penerbangan Lion Air, satu penerbangan Super Air Jet, dua penerbangan Batik Air, serta empat penerbangan Garuda Indonesia.
Rinciannya, Pelita Air 329, 321 dan 323 dengan rute Pekanbaru-Jakarta serta Pelita Air 320 dan 322 dengan rute Jakarta-Pekanbaru.
Kemudian Citilink 936 dan 932 dengan rute Jakarta-Pekanbaru, serta Citilink 937, 933 dan 939 dengan rute Pekanbaru-Jakarta.
Selanjutnya Lion Air 292 rute Jakarta-Pekanbaru dan Lion Air 393 rute Pekanbaru-Jakarta. Super Air Jet 919 juga dibatalkan untuk rute Pekanbaru-Jakarta.
Sementara itu, Batik Air 6852 melayani rute Jakarta-Pekanbaru dan Batik Air 6857 rute Pekanbaru-Jakarta.
Empat penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak yakni Garuda 172 dan 174 dengan rute Jakarta-Pekanbaru, serta Garuda 175 dan 177 dengan rute Pekanbaru-Jakarta.
Pihak Bandara SSK II Pekanbaru telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan.
Tim operasional bandara juga terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi mengenai jadwal penerbangan yang terdampak perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau.
Achmad mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara SSK II Pekanbaru untuk memantau kembali status penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai.
"Penumpang diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya," ujarnya.
Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara guna memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.
Pihak bandara juga berharap kondisi akibat erupsi Anak Gunung Krakatau dapat segera teratasi sehingga aktivitas penerbangan kembali berjalan normal.