PEKANBARU (RA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Riau pada Juli 2026 mencapai 22.452 kunjungan, atau turun 8,68 persen dibandingkan Juni 2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari angka kunjungan, melainkan dari dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
Penurunan kunjungan wisman ini terjadi baik secara bulanan maupun tahunan jika dibandingkan dengan periode Juli 2025. Kendati demikian, wisatawan asal negara-negara kawasan Asia masih mendominasi pergerakan masuk ke wilayah Riau.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, memaparkan rincian angka penurunan tersebut dalam rilis resmi.
“Jumlah wisman ini turun sebesar 8,68 persen dibandingkan Juni 2026 (month-to-month) yang tercatat 24.585 kunjungan. Demikian juga jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu mengalami penurunan sebesar 15,96 persen,” kata Asep, Rabu (2/9/2026).
Malaysia tercatat sebagai negara penyumbang wisman terbanyak ke Riau dengan angka mencapai 9.324 kunjungan atau 41,53 persen. Posisi selanjutnya diikuti oleh Tiongkok sebanyak 2.013 kunjungan, Filipina 1.602 kunjungan, Singapura 1.213 kunjungan, serta India 927 kunjungan.
Melalui pintu masuk imigrasi utama, moda transportasi laut mendominasi kedatangan wisman sebesar 53,33 persen, sedangkan angkutan udara menyumbang 46,67 persen. Sementara itu, data kedatangan melalui Mobile Positioning Data (MPD) di Kabupaten Bengkalis mencatatkan 16.825 kunjungan.
Sejalan dengan data kunjungan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau pada Juli 2026 berada di angka 51,18 persen atau turun 0,34 poin secara bulanan. Namun, angka TPK tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 4,60 poin jika dibandingkan dengan periode Juli 2025.
Asep Riyadi menjelaskan rincian mengenai klasifikasi hotel yang paling banyak diminati oleh para pengunjung.
“TPK hotel berbintang di Provinsi Riau pada bulan Juli 2026 adalah 51,18 persen atau turun 0,34 poin dibanding TPK bulan Juni 2026 yang mencapai 51,52 persen. Jika dirinci berdasarkan kelas hotel, tingkat penghunian kamar tertinggi pada Juli 2026 terjadi pada hotel bintang empat yang mencapai 64,27 persen,” jelas Asep.
Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang tercatat selama 1,33 malam. Tamu asing memiliki durasi menginap lebih lama yakni 2,64 malam, sementara tamu domestik mencatatkan rata-rata menginap 1,31 malam.
Asep menambahkan informasi mengenai karakteristik lama tinggal wisatawan asing yang berkunjung ke Riau.
“Rata-rata lama menginap tamu asing yang berkunjung ke Provinsi Riau dan menginap di hotel berbintang pada Juli 2026 tercatat 2,64 malam,” ujar Asep.