Pencarian

Podcast Kelupas

Tangani Karhutla Riau, SKK Migas Kerahkan Personel, Water Truck hingga Bangun Embung

Ahad, 30 Agustus 2026 • 11:48:59 WIB
Tangani Karhutla Riau, SKK Migas Kerahkan Personel, Water Truck hingga Bangun Embung
SKK Migas Kerahkan Personel Guna Bantu Tangani Karhutla Riau.

RIAU (RA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) turut mendukung penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.

Dukungan dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air dan infrastruktur pencegahan, hingga bantuan bagi masyarakat dan petugas di lapangan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Sebastian Julius mengatakan, keterlibatan industri hulu migas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan, sekaligus upaya menjaga keamanan wilayah di sekitar kegiatan operasi.

"Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kami mendorong KKKS untuk bergerak cepat membantu penanganan di lapangan sekaligus memperkuat langkah pencegahan," ujar Sebastian, Ahad (30/8/2026).

SKK Migas juga mendorong KKKS memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur terkait lainnya.

Sejumlah KKKS telah terlibat langsung. EMP Bentu Limited sejak 24 Agustus 2026 mengerahkan sekitar 20 personel bersama mitra kerja untuk membantu pemadaman di Desa Rantau Baru dan Kelurahan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Tim dilengkapi peralatan pemadaman dan water truck serta menyalurkan bantuan melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan, PMI, serta Puskesmas.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, PT Imbang Tata Alam (ITA) membantu penanganan titik api bersama aparat sekaligus memperkuat pencegahan dengan membangun dan membersihkan embung serta membuat parit sebagai sumber air.

Sebanyak 20 embung dibangun di Desa Kepau Baru, ditambah pembangunan embung di Desa Kundur dan Desa Tenan.

Sementara di Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla lintas departemen yang melibatkan sekitar 30 personel beserta peralatan pendukung. 

Tim melakukan pemantauan, pencegahan, dan penanganan kebakaran, termasuk untuk melindungi kawasan Taman Nasional Zamrud.

Seluruh upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemkab Siak, Forkopimda, TNI-Polri, SKK Migas Sumbagut, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan pihak terkait lainnya.

Sebastian menegaskan, keterlibatan KKKS menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi.

"Karhutla adalah persoalan bersama. SKK Migas bersama KKKS akan terus mendukung sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki agar kebakaran segera dikendalikan, dampaknya terhadap masyarakat diminimalkan, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman," tutup Sebastian.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks