Pencarian

Podcast Kelupas

Kejar Produktivitas Sawit Rakyat, Pekebun di Riau Dibekali Ilmu dan Praktik ISPO

Senin, 10 Agustus 2026 • 17:33:30 WIB
Kejar Produktivitas Sawit Rakyat, Pekebun di Riau Dibekali Ilmu dan Praktik ISPO
Para pekebun sawit di Riau dibekali ilmu dan praktik ISPO

PEKANBARU (RA) - Penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tidak hanya menjadi perhatian bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Para pekebun sawit swadaya juga mulai mendapat pembekalan agar mampu menerapkan praktik perkebunan yang lebih baik, produktif, legal, dan berkelanjutan.

Hal itu dirasakan Sumiatun, salah seorang pekebun sawit swadaya yang mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Implementasi ISPO di Grand Elite Hotel Pekanbaru, pada 4-9 Agustus 2026.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 89 pekebun dari Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Bengkalis dikumpulkan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai penerapan ISPO. Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama LPP Agro Nusantara.

Bagi Sumiatun, mengikuti pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga. Sebab, sebelumnya ia mengira penerapan ISPO hanya berkaitan dengan perusahaan perkebunan berskala besar.

"Awalnya saya pikir ISPO itu urusan perusahaan besar saja. Ternyata tidak. Kami 89 orang dari Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Bengkalis dikumpulkan BPDP dan LPP Agro Nusantara untuk belajar bareng," ujar Sumiatun, Senin (9/8/2026).

Kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan yang turut diwarnai Tarian Sekapur Sirih. Momen tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para pekebun swadaya yang mengikuti kegiatan.

Sumiatun mengaku bangga karena para pekebun kecil turut mendapat perhatian dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat sambutan dari Nofri Ilham dari Dinas Provinsi Riau dan Ratna Sariati dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Beragam materi diberikan kepada para peserta. Mulai dari tata cara pemupukan yang benar, pencatatan dan administrasi kebun, hingga pemahaman mengenai pengurusan legalitas lahan.

Menurut Sumiatun, materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi pekebun swadaya. Sebab, pengelolaan kebun tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menghasilkan buah sawit, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang baik agar produktivitas meningkat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Salah satu agenda yang paling berkesan bagi Sumiatun adalah kegiatan kunjungan lapangan atau field trip pada 8 Agustus 2026.

Para peserta mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Sakti Riau untuk melihat secara langsung penerapan ISPO di tingkat kelompok tani.

Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat berbagai tahapan pengelolaan perkebunan, mulai dari pembibitan, pemupukan, hingga pengelolaan limbah.

Bagi Sumiatun, kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun.

"Dulu kami nanam ya asal-asalan. Sekarang baru tahu ternyata ada ilmunya biar hasil naik dan kebun tetap lestari," kata Sumiatun.

Ia menilai penerapan praktik perkebunan yang lebih baik menjadi hal penting bagi pekebun swadaya. Terlebih, kontribusi pekebun swadaya terhadap sektor kelapa sawit nasional cukup besar.

Sumiatun menyebut luas perkebunan yang dikelola pekebun swadaya mencapai sekitar 40 persen dari total perkebunan sawit di Indonesia. Namun, kontribusi terhadap produksi Crude Palm Oil (CPO) masih berada di kisaran 30-35 persen.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat.

"Berarti masih banyak yang bisa kami kejar," ujarnya.

Karena itu, Sumiatun berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia berencana membawa ilmu tersebut pulang dan membagikannya kepada para pekebun lain di kelompok taninya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP dan LPP Agro Nusantara yang telah memberikan kesempatan kepada para pekebun swadaya untuk mendapatkan pembekalan mengenai implementasi ISPO.

"Terima kasih BPDP dan LPP Agro Nusantara. Harapan saya, ilmu ini bisa saya bawa pulang dan ajarkan ke teman-teman di kelompok tani. Biar kebun kami makin produktif dan bisa bersaing," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks