Pencarian

Podcast Kelupas

Plt Gubernur Buka Rangkaian Festival Literasi Riau 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 • 13:07:00 WIB
Plt Gubernur Buka Rangkaian Festival Literasi Riau 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU (RA) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto membuka rangkaian Festival Literasi Riau yang difokuskan di Perpustakaan Soeman HS Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Dikemas dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Gelar Wicara Literasi, bedah buku, aksi seni budaya, hingga mendongeng, festival ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau.

"Hari Jadi Riau tidak cukup hanya diperingati dengan kemeriahan, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas manusia Riau," kata SF Hariyanto.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang telah menyiapkan festival ini.

Dikatakan SF Hariyanto, kehadiran para penulis, budayawan, pendidik, komunitas, pelajar, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat literasi di Riau terus tumbuh.

"Berdasarkan pengukuran tahun 2025, tingkat kegemaran membaca masyarakat Riau berada pada angka 58,59 persen. Sementara dalam RPJMD Provinsi Riau, kita telah menetapkan target sebesar 73 persen pada tahun 2029. Angka ini menjadi dasar bagi kita untuk memperkuat langkah bersama," katanya.

Dikatakannya, literasi bukan hanya urusan perpustakaan, tetapi bagian dari upaya membangun manusia Riau yang cerdas, kreatif, unggul, dan mampu menghadapi perubahan.

"Karena itu, ada dua hal yang perlu kita tetapkan. Pertama, membaca harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kebiasaan membaca. Saya berharap Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru bersama-sama menghidupkan perpustakaan sekolah," katanya.

Kedua, literasi harus membentuk masyarakat yang cermat dalam menerima informasi.

Menurut Plt Gubri, saat ini, informasi datang begitu cepat melalui telepon genggam dan media sosial. Anak-anak tidak hanya perlu mampu membaca, tetapi juga harus mampu memahami, memeriksa sumber, membedakan fakta dengan pendapat, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Kecakapan seperti inilah yang akan melindungi generasi muda kita dari berita bohong, penipuan digital, dan berbagai pengaruh yang merugikan masa depan mereka," katanya.

Dirinya berharap Festival Literasi Riau menjadi ruang yang membangkitkan minat masyarakat untuk membaca, membuka kesempatan bagi para penulis dan pelaku kreatif, serta mendekatkan buku kepada anak-anak dan keluarga.

"Kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang diberikan kepada Provinsi Riau. Kami berharap kolaborasi ini semakin kuat, terutama dalam memperluas akses bahan bacaan, mengembangkan layanan perpustakaan digital, meningkatkan kapasitas pustakawan, serta menjaga dan mengenalkan kekayaan intelektual Melayu Riau," sebutnya.

Dirinya berharap kolaborasi terus diperkuat, terutama dalam peningkatan koleksi bahan bacaan, peningkatan kapasitas pustakawan, perluasan layanan perpustakaan digital, serta pelestarian karyadan naskah Melayu Riau.

"Saya percaya, dengan kebersamaan sepihak, Riau Membaca, Generasi Berkarya kita wujudkan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya selama festival berlangsung," katanya.

Memasuki usia ke-69 tahun Provinsi Riau, dirinya berharap seluruh pihak menyiapkan generasi yang tidak mudah menyerah, tidak mudah percaya pada informasi yang keliru, dan tidak pernah berhenti belajar.

"Generasi yang membaca sebelum mengambil keputusan, memeriksa sebelum menyebarkan informasi, danmenggunakan pengetahuan untuk memberi manfaat kepada masyarakat," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks