Pencarian

Podcast Kelupas

Warga Sinaboi Desak Pemkab Rohil Serius Tangani Malaria yang Terus Berulang

Jumat, 31 Juli 2026 • 14:44:00 WIB
Warga Sinaboi Desak Pemkab Rohil Serius Tangani Malaria yang Terus Berulang
Warga mengakses layanan kesehatan di Puskesmas

ROHIL (RA) - Masyarakat Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), meminta pemerintah daerah lebih serius menangani penyakit malaria yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan di wilayah pesisir tersebut.

Warga menilai penanganan yang dilakukan selama ini belum mampu memberikan solusi jangka panjang.

Kasus malaria disebut masih terus muncul dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, mengatakan malaria bukan lagi persoalan baru di Kecamatan Sinaboi.

Menurutnya, pemerintah perlu menyusun langkah yang berkelanjutan agar penyakit tersebut dapat dikendalikan secara menyeluruh.

"Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah yang berkelanjutan dan terukur hingga malaria benar-benar dapat dikendalikan," kata Khairul, Sabtu (31/7/2026).

Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat berbagai upaya pencegahan, mulai dari pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, penyediaan obat-obatan, edukasi kepada masyarakat hingga peningkatan pelayanan kesehatan.

"Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam bayang-bayang malaria yang datang silih berganti setiap tahun. Sudah saatnya ada komitmen yang nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang," ujarnya.

Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan, S.Sos. Menurutnya, malaria tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.

"Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Kami berharap pemerintah menghadirkan program penanganan yang berkesinambungan, mulai dari pencegahan, penyemprotan berkala, peningkatan pelayanan kesehatan hingga edukasi kepada masyarakat. Sinaboi membutuhkan solusi nyata, bukan penanganan yang hanya dilakukan ketika kasus meningkat," katanya.

Sementara itu, Datuk Penghulu Sinaboi, Rafika, menyatakan pemerintah kepenghuluan siap mendukung seluruh program pemberantasan malaria yang dijalankan pemerintah daerah bersama instansi kesehatan.

"Penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Harapan kami, perhatian pemerintah semakin maksimal sehingga angka kasus malaria di Sinaboi dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman," ujarnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks