Pencarian

Podcast Kelupas

Abdul Wahid Bacakan Pledoi Pribadinya, Sampaikan Terimakasih dan Permintaan Maaf kepada UAS

Senin, 20 Juli 2026 • 11:39:10 WIB
Abdul Wahid Bacakan Pledoi Pribadinya, Sampaikan Terimakasih dan Permintaan Maaf kepada UAS
Sidang pledoi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.

PEKANBARU (RA) – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) pribadinya dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dengan modus pemerasan atau "jatah preman" anggaran Dinas PUPR-PKPP Riau di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Senin (20/7/2026).

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Delta Tamtama, Abdul Wahid membacakan langsung pledoinya sambil berdiri di hadapan majelis hakim. Dengan memegang beberapa lembar naskah pembelaan, ia menyampaikan argumentasinya dengan suara lantang.

Dalam nota pembelaannya, Abdul Wahid membantah berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, terutama terkait dugaan memberikan perintah pengumpulan uang yang menjadi pokok perkara.

Selain menyampaikan bantahan, Abdul Wahid juga menyinggung kesaksian Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sebelumnya hadir sebagai saksi a de charge atau saksi yang meringankan.

Menurut Abdul Wahid, kehadiran UAS di persidangan menjadi momen yang sangat berkesan baginya. Ia mengaku terharu karena ulama tersebut bersedia memberikan kesaksian demi menjelaskan fakta yang diketahuinya.

"Rasa haru dan bangga menyelimuti sanubari saya pada saat itu karena duduknya saya di singgasana Gubernur, atas kepercayaan yang besar dari beliau (UAS) untuk kontribusi pembangunan Riau, provinsi yang telah membesarkan saya. Ustaz Abdul Somad pulalah yang meminta saya untuk maju, di mana pada awalnya saya sama sekali tidak mempunyai ambisi untuk menjadi gubernur, bahkan istri saya saja melarang saya untuk menjadi gubernur," ujar Abdul Wahid saat membacakan pledoinya.

Ia mengatakan kepercayaan yang diberikan UAS menjadi amanah besar yang selalu dijaganya. Karena itu, menurut Abdul Wahid, tuduhan melakukan tindak pidana korupsi bertentangan dengan nilai-nilai yang selama ini dipegangnya.

"Dengan kepercayaan sebesar itu, bagaimana mungkin saya mencorengnya dengan melakukan perbuatan korupsi seperti yang dituduhkan kepada saya," katanya.

Di hadapan majelis hakim, Abdul Wahid juga menyampaikan permohonan maaf kepada UAS karena merasa telah menyeret nama ulama tersebut ke dalam proses hukum yang sedang dihadapinya.

"Saya memohon maaf yang seluas-luasnya kepada Tuan Guru Ustaz Abdul Somad karena telah menyeret kebesaran beliau pada kasus ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam karena beliau telah sudi mempercayakan saya memimpin Riau, mendukung saya, dan terlebih lagi membela saya sejak hari pertama saya ditahan oleh penyidik," ucapnya.

Ia menambahkan, dukungan yang diberikan UAS menjadi kehormatan tersendiri baginya.

"Suatu kehormatan besar bagi saya, tercatat dalam sejarah sebagai orang yang dibela sebegitu besarnya oleh ulama sebesar itu di negeri ini," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks