Pencarian

Podcast Kelupas

Kenapa Populartias Kuliner Viral Cepat Turun? Ini Alasannya

Rabu, 17 Juni 2026 • 06:17:32 WIB
Kenapa Populartias Kuliner Viral Cepat Turun? Ini Alasannya
Ilustrasi makanan viral.

RIAUAKTUAL (RA) - Fenomena bisnis kuliner yang viral mendadak kini sering terlihat di era digital dengan berbagai konsep menarik. Banyak brand makanan cepat dikenal melalui media sosial, namun popularitasnya kerap tidak bertahan lama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa viralitas tidak selalu menjamin keberlanjutan sebuah bisnis kuliner di pasar. Simak, faktor utama dibalik cepatnya penurunan popularitas makanan yang dulu sempat terkenal, melansir dari RRI.

1. Tidak Beradaptasi dengan Perubahan

Beberapa makanan viral sering kesulitan berkembang karena tidak mampu menyesuaikan perubahan selera konsumen yang terus berubah. Tanpa inovasi atau variasi baru pada konsep maupun penyajian, minat terhadap makanan tersebut perlahan akan menurun.

2. Kualitas yang Tidak Konsisten

Viralitas sering membuat permintaan melonjak cepat, namun tidak semua bisnis siap menghadapi lonjakan tersebut secara operasional. Hal ini dapat menurunkan kualitas rasa, penyajian, dan pelayanan yang diterima konsumen secara keseluruhan.

3. Strategi Pemasaran Tidak Berkelanjutan

Banyak bisnis kuliner memakai strategi soft launching agresif lewat influencer atau food vlogger untuk menarik perhatian cepat. Namun, tanpa strategi lanjutan, lonjakan minat tersebut mudah menghilang dan tidak bertahan lama di pasaran.

4. Tidak Punya Identitas Brand yang Kuat

Bisnis yang hanya mengejar viralitas sering mengabaikan pentingnya membangun identitas brand yang kuat dan mudah dikenali konsumen. Tanpa identitas jelas, brand hanya dianggap tren sementara dan mudah terlupakan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

5. Tidak Mengerti Kebutuhan Konsumen

Kesuksesan jangka panjang bisnis kuliner sangat ditentukan oleh pemahaman kebutuhan serta preferensi konsumen secara mendalam. Banyak pelaku usaha terlalu fokus pada konsep tanpa benar-benar membaca keinginan pasar yang terus berubah.

Perilaku konsumen selalu berkembang mengikuti tren, sehingga bisnis yang tidak beradaptasi akan mudah tertinggal. Karena itu, memahami konsumen perlu menjadi bagian utama dalam strategi agar bisnis tetap relevan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks