ROHIL (RA) - Polsek Bangko Pusako menggelar silaturahmi dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) dan cooling system bersama tokoh masyarakat serta warga Kelurahan Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan itu dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Kegiatan berlangsung di SDN 001 Bangko Kanan, Jalan H Rusli Zainal Cantik, Minggu (10/5/2026) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polsek Bangko Pusako, tokoh masyarakat, pihak kelurahan hingga puluhan warga.
Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika melalui Kanit Reskrim Iptu Reymon Basir mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat dalam mengatasi gangguan kamtibmas, terutama peredaran narkoba dan pencurian buah sawit.
"Peredaran narkoba sudah meracuni berbagai kalangan, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Karena itu dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk memberantas narkoba di wilayah Bangko Pusako," kata Reymon dalam paparannya.
Ia menjelaskan, Polsek Bangko Pusako sejauh ini telah mengungkap 12 laporan polisi kasus narkoba dengan total 20 tersangka.
"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada kepolisian dalam pemberantasan narkoba. Kami akan terus meningkatkan kinerja dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Bangko Kanan Nurhayati mengajak masyarakat untuk menahan diri dan bijak menyikapi berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Ia juga meminta dukungan masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba dan pencurian buah sawit.
"Kami mengajak masyarakat mendukung program Pos Kamling untuk mengantisipasi tindak kejahatan di lingkungan," ujarnya.
Dalam sesi dialog, tokoh masyarakat Rudiyanto meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pelaku peredaran narkoba.
"Kami siap mendukung kepolisian dalam pemberantasan narkoba," katanya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat sekaligus Ketua LAM Kecamatan Bangko Pusako Bakri LB meminta para orang tua tidak melindungi anggota keluarga yang terlibat narkoba maupun pencurian buah sawit.
"Sebagai tokoh masyarakat, saya mendukung kepolisian memberantas narkoba. Orang tua jangan melindungi anak atau keponakan yang terlibat narkoba dan pencurian buah sawit," tegasnya.
Selain membahas pemberantasan narkoba, polisi juga mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi hoaks, hingga tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.