PEKANBARU (RA) – Posisi PSPS Riau kian terjepit di klasemen sementara Grup A Liga 2 musim 2025/2026. Hingga tuntas pekan ke-22, tim kebanggaan masyarakat Riau itu masih tertahan di peringkat ke-8 dengan koleksi 25 poin dari 22 pertandingan.
Hasil tersebut membuat PSPS kini mulai dibayangi ancaman masuk zona playoff degradasi. Dengan hanya empat laga tersisa, setiap poin menjadi krusial untuk menentukan nasib mereka di akhir musim.
Pada papan klasemen, persaingan di papan bawah semakin ketat. Persekat Tegal yang berada di posisi ke-9 mengoleksi 22 poin dan terus menekan. Sementara itu, Sriwijaya FC masih terpuruk di dasar klasemen dengan 2 poin.
Di atas PSPS, jarak dengan Persikad 1999 yang berada di posisi ke-7 juga sangat tipis. Persikad telah mengoleksi 29 poin, hanya unggul empat angka dari PSPS.
Sementara itu, PSMS Medan yang berada di peringkat ke-6 sudah mengumpulkan 30 poin, membuat jarak PSPS ke papan tengah juga tidak terlalu jauh namun tetap membutuhkan konsistensi.
Di papan atas, persaingan dipimpin Adhyaksa dengan 43 poin, diikuti Garudayaksa FC (41 poin), serta Sumsel United di posisi ketiga dengan 37 poin.
Kondisi ini menempatkan PSPS dalam situasi dilematis. Jika gagal meraih hasil maksimal di sisa pertandingan, peluang mereka untuk terjerumus ke zona playoff degradasi semakin besar.
Empat laga tersisa akan menjadi penentu. PSPS dituntut segera bangkit dan mengamankan poin demi poin untuk menjauh dari ancaman tersebut.