PEKANBARU (RA) - Berdasarkan hasil sidang perdana Gubernur Riau nonaktifkan Abdul Wahid pada Kamis, 26 Maret, dirinya didakwa melakukan pemerasan sistematis di lingkungan Pemprov Riau dengan total uang yang diduga diterima mencapai Rp3,55 miliar.
Jaksa menuding Abdul Wahid memerintahkan ASN untuk menyetor uang.
Dakwaan tersebut, dibantah langsung oleh Abdul Wahid, khususnya terkait istilah "jatah preman" dan narasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang beredar.
Kemudian, Pengadilan Negeri Pekanbaru menjadwalkan sidang lanjutan pada Senin, 30 Maret mendatang.
Bersamaan dengan hal itu, Juru Bicara Koordinator Sidang Gubri Nonaktifkan Abdul Wahid, Musliadi menyebutkan pihaknya semakin mantap mendukung Ketua DPW PKB itu dalam mengungkapkan fakta yang ada.
"Setelah kita dengar hasil sidang tadi, akhirnya semakin terbuka fakta-fakta yang ada. Tuduhan yang dilayangkan terhadap ketua kami, satu persatu mulai terbantahkan dan menunjukkan titik terangnya," kata Musliadi.
Dikatakannya, hingga saat ini seluruh kader PKB yang berada di masing-masing kabupaten kota masih solid untuk mendukung Abdul Wahid.
"Jika ada isu yang menyebutkan internal PKB terpecah, dalam berpolitik hal itu memang biasa, dinamika namanya. Tapi kami tegaskan, bahwa kami 12 DPC PKB se Riau masih solid dalam mendukung Gubernur Abdul Wahid," katanya.
Dirinya mengimbau kepada seluruh kader PKB untuk membersamai kembali sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru tersebut.
"Sebagai kader PKB, tentu kita mesti memperlihatkan solidaritas dan dukungan dalam memberikan kekuatan kepada ketua kita. Jadi diharapkan seluruh kader untuk dapat hadir kembali," kata Musliadi, Rabu (25/3/2026).
Dirinya menegaskan, kehadiran kader PKB dan masyarakat bukan untuk menggelar aksi demontrasi ataupun bentuk perlawanan terhadap hukum.
"Kehadiran kita di PN bukan untuk adu kuat dengan penegak hukum, justru kita ingin mengetahui secara terang fakta di persidangan," kata cak Mus, panggilan akrabnya.
"Kami sangat mendukung proses hukum yang berkeadilan, transparan dan bermarwah. Kebenaran harus disampaikan walaupun pahit dan begitu juga hukum, harus ditegakan walaupun langit runtuh," katanya.
Dirinya menjamin, selama masa sidang digelar, tidak ada keributan apapun yang dibuat pihaknya. Ditegaskannya, PKB akan memposisikan diri sebagai garda terdepan bagi Gubri nonaktifkan Abdul Wahid.
"Kami akan hadir dengan semangat kebersamaan, menjaga keamanan, ketertiban dan tidak akan membuat keributan. Sekali lagi saya sampaikan, hadirnya kader PKB bukan untuk demontrasi, ini adalah bentuk solidaritas kami kepada Ketua. Kami yakin beliau tidak bersalah, kami ingin mencari keadilan atas tuduhan dan dakwaan dari KPK," ungkapnya.