BENGKALIS (RA) - Unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantab, Kabupaten Bengkalis menjadi sorotan.
Mesin produksi yang dibeli dengan anggaran Rp123 juta pada tahun 2022 itu dikabarkan hanya beroperasi beberapa bulan, lalu berhenti dan hingga kini tidak lagi difungsikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan mesin AMDK tersebut dilakukan pada 2022 dan sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu unit usaha unggulan BUMDes untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).
Namun kini, kondisinya disebut-sebut terbengkalai hampir empat tahun.
Unit usaha AMDK itu berlokasi di Jalan Penurun, Dusun Indah Sari, Desa Muntai Barat.
Selain pengadaan mesin produksi senilai Rp123 juta, pada tahun yang sama juga dialokasikan anggaran Rp123 juta untuk pembangunan gudang BUMDes.
Sangat disayangkan, mesin produksi yang telah menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut disebut tidak berjalan maksimal, bahkan diduga sudah tidak lagi berfungsi.
Salah seorang warga setempat, Sabri, menyebut aktivitas produksi hanya berlangsung beberapa bulan setelah pengadaan sebelum akhirnya terhenti.
"Awalnya sempat produksi, tapi cuma beberapa bulan. Setelah itu berhenti sampai sekarang," ujar Sabri, Selasa (24/2/2026).
Tak hanya itu, pengadaan satu unit mobil Mitsubishi L300 dalam kondisi bekas untuk mendukung operasional distribusi juga dikabarkan mengalami kerusakan.
Saat ini, kendaraan tersebut disebut tersimpan di gudang penyimpanan BUMDes dan tidak lagi digunakan.
"Mobil L300 yang dibeli untuk operasional juga sudah rusak dan disimpan di gudang," ungkapnya.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait efektivitas perencanaan dan pengelolaan unit usaha desa tersebut.
Pasalnya, total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan gudang dan pengadaan mesin AMDK saja mencapai Rp246 juta, belum termasuk pembelian mobil operasional.
Sabri berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset BUMDes agar dana desa yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak berujung mangkrak.
Hingga berita ini diterbitkan, Penjabat (Pj) Kepala Desa Muntai Barat, Jayusni, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan resmi.
Pihak Pemerintah Desa Muntai Barat maupun pengelola BUMDes juga belum menyampaikan penjelasan terkait kondisi terkini unit usaha AMDK tersebut.