Pencarian

Podcast Kelupas

Warga Binaan Lapas Pekanbaru Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Kamis, 12 Februari 2026 • 13:06:28 WIB
Warga Binaan Lapas Pekanbaru Olah Sampah Jadi Pupuk Organik
Lapas Kelas IIA Pekanbaru melatih warga binaannya mengolah sampah menjadi pupuk organik.

PEKANBARU (RA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melatih warga binaannya mengolah sampah menjadi pupuk organik.

Program ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan lapas ramah lingkungan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Pelatihan digelar di area bimbingan kerja Lapas Pekanbaru, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru dalam pengelolaan sampah domestik di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bekal kemandirian bagi warga binaan setelah bebas nanti.

"Kami ingin warga binaan memiliki ‘senjata’ berupa keterampilan nyata. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik ini sangat penting. Selain membantu pengelolaan limbah aktivitas harian di dalam lapas, ini juga menjadi bekal berharga yang bisa mereka terapkan di rumah setelah bebas," ujar Yuniarto.

Menurutnya, pupuk organik yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian yang telah berjalan di dalam lapas.

"Pelatihan ini berada di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Pekanbaru. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilahan sampah organik hingga proses pencampuran aktivator untuk pengomposan," ungkapnya.

Salah seorang warga binaan, Yogi, mengaku baru mengetahui bahwa sampah bisa diolah menjadi produk bernilai jual.

"Awalnya saya pikir sampah itu cuma dibuang keluar lapas. Ternyata bisa jadi sesuatu yang bermanfaat dan punya nilai jual. Saya senang ikut pelatihan ini karena caranya sederhana tapi hasilnya bagus untuk tanaman. Ilmu ini pasti saya bawa pulang nanti," katanya.

Dengan program ini, Lapas Pekanbaru berharap dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan ekosistem pertanian mandiri di dalam lapas.

"Pengawasan rutin dari Seksi Giatja akan terus dilakukan guna memastikan produksi pupuk organik berjalan konsisten dan sesuai standar kualitas," pungkas Kalapas.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks