Pencarian

Aktivitas Harimau Sumatera Terekam, Plt Gubri Minta Warga Lebih Waspada

Senin, 19 Januari 2026 • 16:21:00 WIB
Aktivitas Harimau Sumatera Terekam, Plt Gubri Minta Warga Lebih Waspada
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

RIAU (RA) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar habitat Harimau Sumatera, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.

Imbauan ini disampaikan menyusul terekamnya aktivitas Harimau Sumatera dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah di Provinsi Riau.

“Kita mendapat laporan bahwa aktivitas Harimau Sumatera mulai terlihat di beberapa daerah. Kami minta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah,” kata SF Hariyanto, Senin (19/1/2026).

Selain itu, SF Hariyanto juga menegaskan agar masyarakat tidak memasang jerat atau perangkap. Pasalnya, Harimau Sumatera merupakan satwa dilindungi yang keberadaannya harus dijaga.

“Jika pekerja atau masyarakat melihat keberadaan harimau, diharapkan segera mencari tempat aman. Kami juga mengimbau agar tidak membuat perangkap jerat, karena ini hewan dilindungi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau, lanjut SF Hariyanto, akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk memantau keberadaan harimau dan mencegah terjadinya konflik dengan manusia.

“Dalam waktu dekat akan kita panggil BKSDA untuk menangani persoalan ini. Jangan sampai terjadi konflik dengan manusia, dan tidak ada lagi kasus harimau terjerat karena masyarakat merasa terancam,” jelasnya.

Diketahui, sepanjang Januari 2026 tercatat setidaknya tiga peristiwa kemunculan Harimau Sumatera yang terekam oleh masyarakat. 

Kemunculan pertama terjadi pada Kamis (8/1) di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Selanjutnya, harimau kembali terlihat pada Rabu (14/1) di kawasan Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak. 

Terbaru, aktivitas Panthera tigris sumatrae juga terekam di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan jika kembali menemukan jejak atau kemunculan satwa dilindungi tersebut.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks