Meski Menuai Protes, Tiket Ceremony PON Tetap Dijual

Meski Menuai Protes, Tiket Ceremony PON Tetap Dijual
illustrasi (int)

PEKANBARU (RA) - Meskipun masih banyak masyarakat Kota Pekanbaru tidak bisa menerima dengan pemberlakuan tiket pada pegelaran PON, baik open ceremony maupon pada setiap pertandingan di arena, ternyata tiket PON tersebut saat ini tetap diperjual belikan. Padahal, untuk payung hukum dari pungutan PON yang dikomersilkan itu hingga saat ini tidak jelas kemana arah dana tiket tersebut.

Seperti tiket open Ceremony PON yang telah dijual selama dua hari ini masih laris terjual. Dari jumlah tiket yang dijual oleh Panitia sebanyak 15 ribu keping, hingga hari kedua sudah terjual 5 ribu tiket.

"Animo masyarakat untuk menonton open ceremony PON cukup tinggi. Dari 15 ribu tiket yang kami jual sudah terjual 5 ribu tiket," ungkap Ketua Panitia Tiket PON, Deni Kurnia, Jum'at (7/9).

Dijelaskan Deni, kapasitas penonton Main Stadium UNRI sebanyak 35 ribu kursi. Untuk kursi ini dibagi tiga kategori.  15 ribu kursi dijual dalam bentuk tiket umum. 15 ribu kursi lagi diadakan untuk atlet, 5 ribu kursi lagi untuk para undangan.

"Kita masih akan melakukan penjualan tiket open ceremony hingga hari H tanggal 11 September tepatnya pukul 13.00wib. Lewat itu tiket tidak boleh dijual lagi karena orang sudah masuk semua ke main stadion," terangnya.

Ditambahkan Deni, tiket yang dijual ada 4 kategori, kategori gold atau pertama dihargai Rp1 juta. Kategori silver Rp500 ribu, tiket brown harga Rp250ribu dan harga tiket tribun di atas Rp100ribu.
    
"Tiket bisa didapatkan di 8 tempat, Sekretariat PB PON, Stadion Tri Buana, Nine Production Jalan Balam, Metro Riau, Haluan Riau, Riau Pos, Tribune Pekanbaru, RTV, untuk tiket harga Rp100 ribu sudah habis, hanya disisakan sedikit untuk hari H dijual di Main Stadium. Sementara untuk tiket seharga Rp250 ribu sisa separuh lagi dari 7000 tiket. Kemudian yang Rp500 dan yang Rp1 juta masih banyak," imbuhnya. (RA5)

Berita Lainnya

index