PEKANBARU (RA) - Sebuah kebiasaan menjelang lebaran Idul Fitri, Kota Pekanbaru laksana gula bagi gelandangan dan pengemis untuk melakukan aksinya meminta sumbangan dan sedekah dari masyarakat Pekanbaru yang tengah berpuasa. Dalam hal ini, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT menegaskan bahwa kaum Du'afa atau orang yang tak mampu dan pantas diberikan sedekah tersebut tak ada yang berkeliaran di jalanan, sehingga masyarakat Pekanbaru dilarang memberikan sumbangan dalam bentuk apa saja kepada gelandangan dan pengemis yang ada di jalan.
"Inikan penyakit yang kambuhan setiap tahun menjelang lebaran Idul Fitri pengemis atau Gepeng ini sudah mulai bermunculan. Kita dari Pemko Pekanbaru melalui Tim Yustisi sudah melakukan upaya penertiban. Satu sisi kita memang prihatin dengan kondisi mereka ini, tapi sisi lain, mereka itu bukan du'afah. Kalau du'afah tak ada di jalanan, du'afah itu sudah menjadi tanggung jawab kita melalaui masjid-masjid untuk menyantuninya," ungkap Firdaus ketika ditemui di Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (8/8).
Ditanyakan tentang ketegasan Pemko, Firdaus hanya menghimbau kepada pengemis agar tidak melakukan pekerjaan meminta-minta jika dalam kondisi sehat dan kuat. Pengemis diminta untuk melakukan pekerjaan yang halal dalam mencari nafkah. Sebab, kehadiran pengemis tersebut menurut Firdaus merupakan kebiasaan tahunan yang sulit dihilangkan.
"Hanya kita ingatkan saudara-saudara kita, Rasulallah dalam hadistnya mengatakan, orang yang meminta-minta itu, kalau dia kuat dan sehat dan seharusnya tak meminta-minta, itu sama dengan mengumpulkan kayu untuk membakar dirinya di neraka. Jadi, tak usahlah meminta-minta kalau kita mampu berbuat, kerajakanlah pekerjaan yang halal, itu lebih baik," kata Firdaus. (RA1)