Rekontruksi Pembunuhan Haloman Gurning Di Jaga Ketat Aparat

Senin, 09 Juli 2012 | 11:33:00 WIB
Tersangka Wawan di Giring ke TKP Pondok Gurih

PEKANBARU (RA)- Setelah menangkap joki eksekutor kasus pembunuhan yang menimpa salah satu kontraktor PTP V Halomoan Gurning, Wawan (22) pihak Polresta Pekanbaru hariini melakukan Rekentruksi pembunuhan di komplek rumah makan pondok gurih. Dalam rekentruski tampak pihak kepolisian berjaga ketat.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar mengutarakan Rekonstruksi kasus pembunuhan Gurning, Polresta Pekanbaru tidak mau menunda-nunda lagi. 

Rekonstruksi ini sangat diperlukan penyidik untuk memastikan penyebab kematian Gurning. Keterangan sementara dari wawan menyebutkan, yang selaku eksekutor adalah Sepriadi yang telah meninggal dalam kecelakaan lalulintas beberapa bulan yang lalu.

Agar proses rekonstruksi berjalan lancar, Polres juga menyiapkan regu keamanan.  Dalam rekontruksi juga melibatkan tim identifikasi yang akan mencatat tiap adegan di tempat kejadian perkara. "Dalam rekentruksi tercatat ada 31 adekan," ujar Adang

kedua pelaku Wawan sebagai Joki atau pengendara sepeda motor dan Sepriadi alias Asep sebagai Eksekutor sudah membuntuti korban dengan mengendarai Sepeda motor Suzuki Satria Fu  sejak korban keluar dari Komplek AURI.

Selanjutnya setelah korban keluar, kedua pelaku langsung membuntuti lewat jalan Sudirman, sempat mobil korban berhenti disebuah bengkel, kemudian pelaku menunggu dikedai samping bengkel dijalan Parit Indah.

Tiga puluh menit kemudian Korban keluar dari bengkel jalan parit Indah, menuju jalan Sudirman mengarah ke Simpangtiga, namun pas didepan MTQ, mobil korban belok kanan balik menuju arah kota, dalam kesempatan yang sama kedua pelaku tetap membuntutinya.

“Kemudian mobil korban masuk kedalam komplek rumah makan pondok gurih, kedua pelaku terus mengikuti korban masuk kedalam areal rumah makan, setelah didepan rumah makan korban berhenti dan turun dari mobil sedangkan mobil korban dibawa sopirnya AZ, tiba-tiba Sepriadi melompat dari atas dan berlari menyusul korban yang masuk kerumah makan, sedangkan wawan menunggu didepan Rumah Makan, dengan kondisi motor masih hidup, kemudian Sepriadi langsung membacok korban dari belakang hingga korban jatuh, setelah terjatuh, sepriadi langsung berlari menuju Wawan yang sudah menunggu dengan sepeda motornya, selanjutnya tancap gas meninggalkan rumah makan, ” ujar Adang Ginanjar.(RA7)

Terkini

Terpopuler