RIAU (RA) - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau melaksanakan praktikum lapangan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan wisata Panorama Alam Impian PA. ALI Danau Toska, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pengembangan green business, peningkatan literasi keuangan, serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan wisata.
Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai Dr. Mariaty Ibrahim, S.Sos., M.Si., dengan melibatkan sejumlah dosen Universitas Riau, yakni Dra. Etika, M.Par., Dr. Firdaus Yusrizal, Ahmad Nawawi, M.Sc., Jeneva Augustin, M.AB., Elti Martina, MM.Par., Nurul Asyifa, M.Par., M. Zacky Faluti, M.Sc., Riau Nurita, M.Par., dan Yogi Prambudi, M.Sc.
Dr. Mariaty Ibrahim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya di kawasan destinasi wisata.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat, terutama pelaku UMKM, agar mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Potensi wisata yang dimiliki Danau Toska harus bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya, Kamis (5/11/2026) lalu.
Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pengelolaan usaha berbasis lingkungan, inovasi produk lokal, strategi pemasaran, hingga manajemen keuangan.
Materi literasi keuangan mencakup pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, perhitungan biaya produksi, penetapan harga jual, serta penghitungan keuntungan.
Mariaty menjelaskan, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi keberlangsungan usaha. Pelaku UMKM perlu memahami kondisi keuangan usahanya agar dapat menentukan langkah pengembangan secara tepat.
"Pelaku UMKM tidak cukup hanya mampu menjual produk. Mereka juga harus memahami bagaimana mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta mengetahui keuntungan yang diperoleh," jelasnya.
Selain penguatan manajemen usaha, kegiatan ini juga mendorong penerapan konsep green business. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan destinasi wisata.
"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa bisnis dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Destinasi wisata yang terjaga lingkungannya akan memberikan nilai tambah dan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat," tambah Mariaty.
Selain pengabdian, kegiatan tersebut diisi praktikum lapangan dari sejumlah mata kuliah. Mahasiswa berkesempatan mengamati langsung pengelolaan destinasi wisata, mulai dari manajemen operasional, pelayanan pengunjung, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga aktivitas UMKM.
Mahasiswa juga melakukan identifikasi terhadap potensi dan permasalahan usaha sebagai bagian dari penerapan teori perkuliahan dalam kondisi nyata di lapangan.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan di kawasan Danau Toska diarahkan untuk mengkaji potensi ekonomi lokal, pengembangan bisnis hijau, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan destinasi wisata berbasis pariwisata berkelanjutan.
Mendapat Sambutan Positif Pengelola Wisata
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pengelola Panorama Alam Impian PA. ALI Danau Toska, Syahruxin dan Afif, S.T. Dukungan pengelola turut membantu kelancaran pelaksanaan praktikum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Mariaty menyampaikan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pengelola destinasi wisata menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan kawasan wisata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Perguruan tinggi tidak hanya hadir untuk memberikan pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam pengembangan destinasi wisata agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata.