RSUD Bengkalis Targetkan Layanan Jantung Beroperasi 2027, Dokter hingga Perawat Disiapkan

Rabu, 04 November 2026 | 16:51:26 WIB
Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSUD Bengkalis, Freddy Antoni, didampingi Kepala Bidang Pelayanan, Ners, Tino Suhendro.

BENGKALIS (RA) - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis terus mematangkan persiapan pembukaan layanan khusus penyakit jantung yang ditargetkan mulai beroperasi paling cepat pada 2027 mendatang.

Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan penanganan medis penyakit jantung tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Sejumlah persiapan kini tengah dilakukan pihak rumah sakit. Mulai dari pembangunan fasilitas fisik, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga pemenuhan peralatan medis khusus untuk mendukung pelayanan jantung.

Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSUD Bengkalis, Freddy Antoni, didampingi Kepala Bidang Pelayanan, Ners, Tino Suhendro mengatakan, fasilitas fisik untuk pelayanan jantung sudah dibangun melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan.

"Untuk fasilitas fisik khusus jantung, bangunannya sudah ada dari dana DAK kementerian. Seiring dengan itu, kita juga sudah mengirim SDM untuk meningkatkan kompetensi pelayanan jantung," ujar Tino saat ditemui, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, kesiapan tenaga medis menjadi salah satu faktor penting sebelum pelayanan tersebut resmi dibuka. Karena itu, RSUD Bengkalis tidak hanya mempersiapkan fasilitas, tetapi juga meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan secara optimal.

Bahkan, dokter spesialis jantung telah mendapatkan pembiayaan pendidikan dari kementerian, termasuk mengikuti peningkatan kompetensi hingga ke China.

Selain dokter spesialis, persiapan juga menyasar tenaga perawat khusus jantung dan radiografer. Sejumlah perawat saat ini tengah mengikuti pelatihan selama tiga bulan yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Selain dokter, perawat khusus jantung juga kita tingkatkan kompetensinya. Mereka sedang mengikuti pelatihan selama tiga bulan. Begitu juga radiografer, sehingga ketika pelayanan dibuka, SDM kita sudah lebih siap,” jelasnya.

Di sisi lain, rumah sakit juga tengah melakukan pemetaan dan distribusi peralatan kesehatan khusus jantung. Pihak RSUD berharap proses tersebut segera rampung sehingga pelatihan penggunaan peralatan medis dapat dilaksanakan pada bulan depan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan jantung RSUD Bengkalis nantinya diharapkan dapat menangani berbagai kebutuhan pasien dengan gangguan kardiovaskular, termasuk tindakan pemasangan ring atau stent jantung.

Meski demikian, pelayanan tersebut belum dapat langsung dioperasikan. Masih ada sejumlah tahapan yang harus dituntaskan, terutama berkaitan dengan administrasi dan kerja sama pelayanan bersama BPJS Kesehatan.

“Untuk operasional pelayanan jantung, kemungkinan paling cepat tahun depan karena masih ada proses yang harus kita selesaikan, termasuk dengan BPJS,” ungkap Tino.

Tak hanya layanan jantung, RSUD Bengkalis juga mulai merancang pengembangan pelayanan untuk penanganan penyakit kanker. Salah satu rencana yang disiapkan yakni menyediakan fasilitas khusus untuk peracikan obat-obatan kemoterapi.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, RSUD Bengkalis diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan rujukan. Kehadiran layanan jantung dan rencana pengembangan layanan kanker juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Teks foto: Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSUD Bengkalis, Freddy Antoni, didampingi Kepala Bidang Pelayanan, Ners. Tino Suhendro saat memberikan keterangan, Rabu (4/11/2026).

Terkini

Terpopuler