Luas Sawah di Riau Menyusut dari 128 Ribu Jadi 41 Ribu Hektare

Senin, 02 November 2026 | 14:54:00 WIB
Foto ilustrasi.

PEKANBARU (RA) - Luas lahan sawah di Provinsi Riau mengalami penyusutan signifikan, dari sekitar 128 ribu hektare menjadi hanya 41 ribu hektare.

Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komite II DPD RI daerah pemilihan Riau, Arif Eka Saputra, karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Persoalan tersebut mengemuka saat Arif melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, pada 29 Oktober 2026.

Kunjungan itu dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BRMP Riau, Agus Wahyana Anggara, mengungkapkan penyusutan luas baku sawah menjadi salah satu tantangan sektor pertanian di Provinsi Riau.

Meski demikian, ia menilai Riau masih memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan peningkatan intensitas tanam.

"Riau masih memiliki potensi pertanian yang besar untuk dikembangkan, antara lain melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dan penerapan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun," kata Agus, Senin (2/11/2026).

Agus menjelaskan, upaya meningkatkan produktivitas pertanian dapat dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia serta menerapkan pola tanam yang lebih intensif.

"Peningkatan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun menjadi salah satu opsi untuk mengoptimalkan produksi, dengan tetap memperhatikan kondisi lahan, ketersediaan air, dan kesesuaian komoditas," ujarnya.

Di tengah penyusutan luas sawah, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Kendati demikian, optimalisasi lahan perlu disertai perencanaan dan dukungan teknologi pertanian agar peningkatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Selain mendorong optimalisasi lahan, BRMP Riau turut mendukung penguatan ketahanan pangan melalui penyaluran bantuan benih dan bibit pertanian," ucapnya.

Bantuan tersebut meliputi benih padi, jagung, bawang merah, cabai, serta bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).

"Dukungan ini diharapkan dapat membantu pengembangan berbagai komoditas pangan sekaligus memperkuat kapasitas produksi pertanian dan peternakan di daerah," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler