Pemko Pekanbaru Siapkan Langkah Perangi LGBT, Tekankan Ketahanan Keluarga

Ahad, 25 Oktober 2026 | 10:54:18 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memperkuat upaya membendung perkembangan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) melalui penguatan ketahanan keluarga, edukasi sejak dini, serta pelibatan tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menegaskan bahwa upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tenaga pendidik, ulama, hingga pemerintah.

Menurut Markarius, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah persoalan sosial yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru. 

Ia juga mengingatkan bahwa isu LGBT perlu disikapi dengan meningkatkan kesadaran, dan kewaspadaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

"Usaha untuk menghambat laju LGBT itu adalah penguatan ketahanan keluarga," kata Markarius, Minggu (25/10/2026).

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut tidak hanya ditemukan pada kelompok masyarakat dengan latar belakang ekonomi tertentu. Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kepedulian dan tidak mengabaikan pentingnya pendidikan dalam keluarga.

Markarius menilai, keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter anak, memberikan pemahaman yang tepat, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Pemko Pekanbaru juga mendorong keterlibatan ulama dan mubalig untuk memperluas edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Markarius menyebut dirinya telah menyampaikan kepada para ustaz agar persoalan LGBT, narkoba, dan resiko HIV/AIDS turut menjadi perhatian dalam materi dakwah, termasuk khotbah Jumat.

"Tolong ustad-ustad sampaikan tentang LGBT dan risiko HIV/AIDS ini, termasuk narkoba. Ada tiga hal yang harus disampaikan, LGBT, narkoba, dan HIV/AIDS," ungkapnya.

Ia berharap dakwah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, tokoh agama, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Markarius mengajak seluruh elemen tersebut bergerak bersama memperkuat edukasi, dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Apalagi LGBT mempengaruhi meningkatnya kasus HIV/AIDS di Pekanbaru. Ia menyebut jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di kota tersebut telah melampaui 7.000 kasus.

Ia menjelaskan, penularan HIV dapat terjadi melalui sejumlah jalur, termasuk penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi secara bergantian dan hubungan seksual yang beresiko.

Terkini

Terpopuler