Sekdaprov Riau: Kampus Harus Jadi Ruang Bebas Gagasan dan Kritik

Ahad, 18 Oktober 2026 | 06:37:33 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi (tengah).

PEKANBARU (RA) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menegaskan pentingnya menjaga ruang akademik agar tetap menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan saran berdasarkan kajian ilmiah.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Syahrial, ruang akademik perlu dibedakan dari forum yang berorientasi pada praktik pemerintahan agar diskusi berlangsung objektif dan tidak kehilangan nilai keilmuannya.

"Sebelum memulai sesi tadi, saya memberikan disclaimer terlebih dahulu bahwa ini adalah ruang akademik. Ruang akademik harus kita pancing agar keluar gagasan-gagasan yang murni dari pemikiran keilmuan dan ketulusan hati. Jika kita tidak membuat batasan yang jelas antara praktik pemerintahan dengan ruang akademik, diskusinya akan menjadi bias," kata Syahrial.

Ia menjelaskan, lingkungan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan pemikiran dan melahirkan gagasan yang kreatif, inovatif, serta objektif.

Menurutnya, pendapat yang disampaikan mahasiswa tidak cukup hanya berdasarkan argumentasi pribadi. Gagasan tersebut perlu didukung data, pengalaman yang relevan, maupun hasil penelitian dan jurnal ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami sepakat memahami ini sebagai ruang akademik. Di sinilah tercurah seluruh pemikiran yang sesuai kriteria keilmuan, memiliki idealisme, sekaligus solutif terhadap berbagai permasalahan," jelasnya.

Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Mahasiswa

Syahrial juga menegaskan pemerintah terbuka terhadap aspirasi dan kritik yang disampaikan mahasiswa. Ia memandang masukan dari kalangan akademisi sebagai salah satu sudut pandang yang dapat membantu pemerintah memahami persoalan di lapangan.

Kritik yang disampaikan melalui kajian akademik, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi dalam melihat kebijakan maupun berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, ruang dialog antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk mempertemukan pemikiran ilmiah dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Melalui diskusi akademik, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan gagasan dan solusi yang didukung argumentasi serta data yang dapat diuji.

Dengan demikian, perguruan tinggi dapat terus menjalankan perannya sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, pemikiran kritis, dan penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab.

Terkini

Terpopuler