RIAUAKTUAL (RA) - Minuman matcha banyak dikonsumsi karena kandungan antioksidan dan efeknya yang dianggap dapat membantu tubuh lebih rileks. Belakangan, matcha juga disebut berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan rambut.
Sejumlah ahli menilai, kandungan tertentu dalam matcha memiliki mekanisme yang secara teori dapat mendukung pertumbuhan rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala. Namun, manfaat tersebut belum bisa disamakan dengan bukti bahwa minum matcha dapat mengatasi rambut rontok.
Dokter spesialis transplantasi rambut Ross Kopelman dan ahli diet terdaftar yang berfokus pada nutrisi serta kesehatan rambut, Jennifer Pallian, menjelaskan hubungan antara matcha dan rambut.
Salah satu kandungan matcha yang menjadi perhatian adalah epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu antioksidan dari kelompok katekin. Menurut Kopelman, EGCG menjadi salah satu komponen matcha yang menarik jika dikaitkan dengan kesehatan rambut.
Penelitian di laboratorium menunjukkan senyawa tersebut berpotensi membantu mempertahankan fase pertumbuhan rambut atau anagen sekaligus melindungi folikel dari stres oksidatif.
“Dalam penelitian laboratorium, EGCG terbukti dapat mendorong fase pertumbuhan folikel rambut dan melindunginya dari stres oksidatif, yang merupakan salah satu faktor penyebab pengecilan folikel pada kerontokan rambut berpola,” ujar Kopelman, seperti dikutip HOLA!.
Pallian menambahkan, EGCG bekerja melalui beberapa mekanisme. Senyawa tersebut disebut dapat mendukung pertumbuhan sel papila dermal, meningkatkan pertahanan antioksidan, serta membantu mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhan folikel rambut.
EGCG juga merupakan inhibitor alami 5?-reduktase, yaitu enzim yang mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT). DHT diketahui berperan dalam androgenetic alopecia atau kerontokan rambut berpola.
Selain EGCG, kandungan lain dalam matcha yang menjadi perhatian adalah L-theanine. Senyawa ini dikaitkan dengan efek relaksasi yang berpotensi membantu mengurangi dampak stres terhadap rambut.
Kopelman mengatakan, stres menjadi salah satu pemicu kerontokan rambut yang cukup sering ditemuinya pada pasien. Menurutnya, L-theanine dalam matcha dapat membantu tubuh lebih rileks dan menurunkan kadar kortisol.
“Matcha mengandung L-theanine yang dapat membantu relaksasi dan menurunkan kadar kortisol. Efek menenangkan ini secara tidak langsung dapat membantu menstabilkan siklus pertumbuhan rambut,” ungkap Kopelman.
Pallian menjelaskan, hubungan antara stres dan rambut memiliki dasar biologis. Stres kronis dapat membuat sel punca folikel berada dalam fase istirahat, mengganggu lingkungan folikel, serta memicu peradangan.
Menurutnya, kombinasi theanine dan EGCG dapat membantu meredam respons tubuh terhadap stres sehingga berpotensi menurunkan risiko kerontokan yang dipicu stres.
Meski hasil penelitian laboratorium terlihat menjanjikan, bukti pada manusia masih terbatas. Kopelman mengatakan belum menemukan uji klinis berkualitas tinggi yang secara langsung membuktikan konsumsi matcha setiap hari dapat meningkatkan kepadatan atau ketebalan rambut.
“Sejauh ini, saya belum melihat uji klinis berkualitas tinggi yang secara langsung menghubungkan konsumsi matcha setiap hari dengan perubahan yang terukur pada kepadatan atau ketebalan rambut,” pungkas dia.
Pallian menyebut terdapat penelitian tidak langsung yang menunjukkan potensi manfaat ekstrak teh hijau. Namun, karena matcha belum diteliti secara khusus, hasil tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa konsumsi matcha dapat mengatasi rambut rontok.
Kopelman juga menegaskan bahwa matcha bukan pengganti perawatan rambut rontok yang telah terbukti.
“Saya tidak menganggap matcha sebagai pengganti pengobatan yang telah terbukti seperti finasteride atau minoxidil, tetapi saya melihatnya sebagai pelengkap yang berpotensi mendukung kesehatan rambut dan mudah dimasukkan ke dalam gaya hidup,” tandasnya.
Dengan demikian, matcha mungkin dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan rambut, tetapi belum dapat dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi kerontokan.