Pekanbaru Bersiap Hadapi Musim Hujan, Tim Lestari Difokuskan Tangani Titik Rawan Banjir

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:28:00 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar memimpin rapat evaluasi kinerja Tim Lestari bersama para camat dan lurah.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi banjir dan genangan. Langkah ini dilakukan menyusul prakiraan peningkatan curah hujan dalam dua pekan ke depan yang diperkirakan menjadi awal musim hujan hingga Februari mendatang.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemko Pekanbaru, terutama karena masih terdapat sejumlah wilayah yang rawan mengalami genangan saat hujan deras.

Hal itu disampaikannya usai rapat evaluasi kinerja Tim Lestari bersama para camat dan lurah di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (8/10/2026).

Markarius menyebut, menghadapi potensi peningkatan curah hujan, Tim Lestari kini diarahkan untuk memprioritaskan pembersihan saluran drainase di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir dan genangan.

"Prakiraan cuaca, mungkin dua pekan ke depan, curah hujan mulai tinggi di Pekanbaru. Diperkirakan, musim hujan berlangsung sampai Februari," ujar Markarius.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai saluran yang tersumbat atau bermasalah membuat aliran air tidak berjalan optimal ketika hujan deras mengguyur Kota Pekanbaru.

"Karena ada potensi banjir dan genangan di beberapa lokasi, dari sekarang Tim Lestari itu kami arahkan membersihkan saluran di daerah yang rawan banjir," katanya.

Sebelumnya, pekerjaan Tim Lestari dilakukan di berbagai lokasi di masing-masing kecamatan. Namun, memasuki musim hujan, personel akan lebih difokuskan terlebih dahulu pada saluran-saluran di kawasan yang memiliki potensi genangan.

Saluran yang bermasalah akan dibersihkan dan dirapikan agar aliran air dapat berjalan lebih lancar. Apabila penanganannya membutuhkan alat berat, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta para camat untuk menurunkan peralatan ke lokasi.

"Kalau membutuhkan alat berat, nanti kami koordinasikan dengan Dinas PUPR dan para camat. Supaya, alat berat bisa diturunkan untuk membersihkan parit dan saluran," sebutnya.

Selain mengantisipasi banjir dan genangan, Pemko Pekanbaru juga mulai memetakan pohon-pohon yang berpotensi tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang dilaporkan warga dalam kondisi miring, mati, maupun berpotensi membahayakan keselamatan.

Namun, Markarius menegaskan tidak seluruh pohon yang dilaporkan warga akan langsung ditebang. Pemko tetap mempertimbangkan kondisi dan tingkat risiko masing-masing pohon.

"Tidak semua pohon yang dilaporkan warga harus ditebang. Pohon yang masih sehat dan kokoh tetap akan kami pertahankan," ucap Markarius.

Sebaliknya, pohon yang telah mati dan memiliki risiko tumbang akan segera ditangani. Hal ini untuk mencegah terjadinya pohon tumbang ketika hujan deras dan angin kencang yang dapat membahayakan warga maupun pengguna jalan.

Menurut Markarius, pembersihan drainase dan pemetaan pohon rawan tumbang merupakan bagian dari langkah pencegahan yang dilakukan Pemko Pekanbaru sebelum intensitas hujan meningkat.

"Ini kerja-kerja yang proaktif yang perlu kami lakukan sekarang," tegasnya.

Terkini

Terpopuler