Dinsos PPPA Siak Ingatkan Pelajar Bijak Gunakan Gadget: Saring Sebelum Sharing

Jumat, 18 September 2026 | 21:31:58 WIB
Dinsos PPPA Siak ingatkan pelajar bijak gunakan gadget.

SIAK (RA) - Penggunaan gadget menjadi bagian dari keseharian anak dan remaja di era digital. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pendampingan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan konsentrasi hingga paparan konten yang tidak sesuai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Siak bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

Dinsos PPPA Siak menggandeng TP-PKK Kabupaten Siak dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) menggelar Sosialisasi dan Penyadartahuan Sisi Negatif Penggunaan Gadget di SMA Negeri 2 Kabupaten Siak, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan bertajuk "Bijak Menggunakan Gadget, Cerdas Memanfaatkan Teknologi" tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar agar mampu menggunakan teknologi secara sehat, aman, bertanggung jawab dan produktif.

Kegiatan dihadiri Ketua TP-PKK Siak Siti Syarifa, Ketua PUSPAGA Siak Hj. Nurinah, serta Kepala Dinsos PPPA Siak Wan Idris.

Hadir sebagai narasumber Ketua Pokja 1 TP-PKK Siak Khairani A. Mk, SKM, M.Si dan dr. Fatkhauli Salviani, M.Kes, residen spesialis kedokteran keluarga.

Dalam sosialisasi tersebut, Khairani mengajak para pelajar agar tidak menjadikan gadget sebagai sesuatu yang mengendalikan kehidupan mereka.

Menurutnya, gadget pada dasarnya merupakan alat yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat.

"Gadget bukan musuh kita. Gadget adalah alat. Yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya. Jadikan gadget sebagai sarana untuk belajar, berkarya, mengembangkan bakat dan meraih prestasi, bukan sampai kita yang dikendalikan oleh gadget," ungkapnya kepada para siswa.

Khairani juga mengingatkan pelajar agar bijak menggunakan media sosial. Setiap unggahan, komentar maupun aktivitas di ruang digital, kata dia, dapat meninggalkan jejak yang suatu saat berdampak terhadap diri sendiri maupun orang lain.

"Sebelum mengunggah sesuatu, pikirkan terlebih dahulu. Apakah benar, apakah baik, apakah bermanfaat dan apakah kita tidak akan menyesal di kemudian hari. Saring sebelum sharing," ujarnya.

Sementara itu, dr. Fatkhauli Salviani menjelaskan para siswa juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah risiko penggunaan gadget yang tidak terkendali.

Di antaranya menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi dengan keluarga dan lingkungan, gangguan waktu istirahat, paparan konten negatif, cyberbullying, hingga risiko penyalahgunaan data dan informasi pribadi.

"Tidak kalah penting untuk dipahami, kehidupan di media sosial tidak selalu menggambarkan kondisi seseorang yang sebenarnya. Karena itu, diingatkan untuk tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain hanya berdasarkan apa yang dilihat di media sosial," ungkap dr. Fatkhauli kepada para pelajar.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan bertujuan menjauhkan gadget dari kebutuhan pendidikan. Sebaliknya, para pelajar didorong memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi secara proporsional sehingga memberikan manfaat positif.

"Pelajar didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menjadi pencipta konten positif yang edukatif, kreatif dan menginspirasi," tegasnya.

Kolaborasi Dinsos PPPA, PUSPAGA, TP-PKK Kabupaten Siak, APSAI dan pihak sekolah diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital.

Keterlibatan keluarga juga dinilai penting. Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak, memberikan pendampingan serta menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang sehat.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda Kabupaten Siak diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif dan bertanggung jawab serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal positif.

"Mari kita gunakan gadget untuk menambah ilmu, memperluas wawasan dan membuka peluang. Jangan sampai waktu, perhatian dan masa depan kita justru habis karena gadget," kata dr. Fatkhauli Salviani.

Terkini

Terpopuler