1.930 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Kabut Asap Serang Empat Daerah di Riau

Rabu, 16 September 2026 | 20:48:06 WIB
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau.

PEKANBARU (RA) - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Riau seiring meningkatnya sebaran titik panas atau hotspot di Sumatera.

Hingga Rabu (16/9/2026) pukul 16.00 WIB, BMKG mencatat 1.930 titik panas terdeteksi di wilayah Sumatera.

Di Riau, sebanyak 125 titik panas terpantau tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap jarak pandang di beberapa wilayah.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan sebaran hotspot terbanyak dalam pembaruan tersebut, yakni mencapai 1.414 titik.

"Sumatera Selatan menjadi penyumbang titik panas terbanyak pada pembaruan kali ini dengan total 1.414 titik. Selain itu, sebaran titik panas juga terdeteksi di Jambi sebanyak 182 titik, Bangka Belitung 118 titik, Lampung 80 titik, serta Sumatera Barat 9 titik. Sementara itu, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau masing-masing mencatatkan satu titik panas," ujar Indah.

Untuk wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 73 titik. Selanjutnya Kabupaten Kampar terdeteksi 34 titik panas.

"Wilayah lain di Riau yang turut menyumbang sebaran titik panas antara lain Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 11 titik dan Kota Dumai dengan 3 titik. Sementara itu, Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Siak masing-masing terdeteksi memiliki satu titik panas," jelasnya.

Sebaran hotspot tersebut turut berdampak terhadap kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Riau.

Berdasarkan pembaruan data visibility pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Kota Pekanbaru tercatat hanya sekitar 3,5 kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lainnya.

"Kondisi serupa juga melanda wilayah lain di Riau. Jarak pandang di Pelalawan dan Tambang (Kabupaten Kampar) tercatat menurun hingga 4 kilometer, sementara wilayah Rengat (Kabupaten Indragiri Hulu) berada di angka 5 kilometer," kata Indah.

Empat wilayah yang dilaporkan mengalami penurunan jarak pandang tersebut yakni Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hulu dan Pelalawan.

Penurunan jarak pandang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama transportasi, apabila kondisi asap semakin pekat.

Selain itu, paparan asap dan partikel hasil pembakaran juga perlu diwaspadai masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan kondisi cuaca dari sumber resmi.

Terkini

Terpopuler