Sinergi Mitigas Prabencana Jadi Kunci Keselamatan Hadapi Erupsi

Jumat, 11 September 2026 | 10:56:26 WIB
Dialektika Demokrasi bertema "Waspada Gunung Merapi: Bagaimana Langkah Mitigasinya?" (Foto : Ist)

JAKARTA (RA) - Penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan prabencana menjadi fokus utama dalam meminimalkan risiko dampak aktivitas gunung api di Indonesia.

Paradigma penanggulangan bencana kini diarahkan pada langkah pencegahan guna menjamin keselamatan masyarakat sebelum krisis terjadi.

Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan PP Nomor 21 Tahun 2008. Regulasi ini menjadi acuan terpadu dalam memperkuat sistem pemantauan, peringatan dini, jalur evakuasi, hingga perlindungan warga di kawasan rawan bencana.

Dalam Dialektika Demokrasi bertema "Waspada Gunung Merapi: Bagaimana Langkah Mitigasinya?" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/9/2026), Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menekankan pentingnya menjaga kesinambungan sistem penanganan dari hulu ke hilir. 

"Jangan sampai ada mata rantai yang terputus, dari identifikasi, komunikasi, sampai pada keselamatan rakyat," ujarnya.

Edi menjelaskan terdapat tujuh aspek strategis yang terus dipacu oleh seluruh pemangku kepentingan. Pertama, Informasi Akurat: Optimalisasi pemantauan dan penyebaran informasi aktivitas gunung api.

Kedua, Infrastruktur Evakuasi: Penyediaan jalur evakuasi yang jelas dan tempat pengungsian yang layak. Ketiga,

Edukasi Publik: Pelaksanaan simulasi kebencanaan berkala bagi masyarakat.

Keempat, Kelompok Rentan: Pemetaan dan perlindungan prioritas bagi warga lanjut usia, anak-anak, dan disabilitas.

Kelima, Tata Ruang: Penerapan zonasi yang ketat di kawasan rawan bencana.

Keenam, Koordinasi Lintas Sektor: Sinergi solid antara BMKG, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah. Ketujuh, Partisipasi Aktif: Pelibatan relawan dan generasi muda sebagai subjek mandiri dalam kesiapsiagaan.

Melalui perencanaan anggaran prabencana yang matang dan pemetaan risiko yang presisi, seluruh skenario evakuasi, logistik, hingga tempat tinggal sementara dapat disiapkan secara komprehensif. 

"Sinergi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat, " kata Edi.

Sementara itu, Plt Kapusdatinkom BNPB Berton Panjaitan mengatakan kondisi geologis Indonesia membuat ancaman erupsi gunung api harus mendapat perhatian serius. Indonesia berada di kawasan cincin api dan pertemuan lempeng tektonik yang menyebabkan tingginya aktivitas vulkanik.

Berton mengatakan ancaman gunung api bukan hanya berasal dari letusan. Bahaya juga dapat berupa lontaran material pijar, gas beracun, aliran lava, hujan abu, awan panas hingga banjir lahar.

“Gas beracun ini yang paling kita takuti sebenarnya. Kadang-kadang tidak terlihat atau tidak terasa, tetapi dalam konsentrasi di atas ambang batas dapat membahayakan manusia dan hewan di sekitarnya,” ujar Berton.

Tags

Terkini

Terpopuler