Forum Pelayanan RSUD Bengkalis, Warga Soroti IGD hingga Dokter Spesialis

Jumat, 04 September 2026 | 14:37:49 WIB
Forum Konsultasi Publik dan Review Standar Pelayanan Tahun 2026 di RSUD Bengkalis.

BENGKALIS (RA) - Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), sistem obat, ketersediaan dokter spesialis hingga pengelolaan limbah menjadi sejumlah masukan yang disampaikan masyarakat dalam Forum Konsultasi Publik dan Review Standar Pelayanan Tahun 2026 di RSUD Bengkalis.

Forum tersebut digelar UPT Badan Khusus (BK) RSUD Bengkalis di ruang rapat UPT BK RSUD Bengkalis, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan dipimpin Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSUD Bengkalis Freddy Antoni, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Dino Suhendro.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Ketua PWI Bengkalis Adi Putra, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM serta insan pers.

Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan masukan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Bengkalis.

Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pihak rumah sakit.

Salah satunya terkait pelayanan di IGD. Peserta mengusulkan penyediaan bel atau alat pemberitahuan yang dapat mempermudah sekaligus mempercepat proses pendaftaran pasien.

Selain itu, sistem pelayanan obat di apotek rumah sakit juga menjadi perhatian.

Peserta meminta agar rekomendasi obat dari dokter dapat terintegrasi dengan sistem apotek. Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam proses pelayanan.

Ketersediaan dokter spesialis juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan.

Masyarakat berharap RSUD Bengkalis terus berupaya melengkapi tenaga dokter spesialis sehingga pasien tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di daerah lain.

Pengelolaan limbah medis dan nonmedis turut menjadi pembahasan dalam forum tersebut.

Peserta meminta pengelolaan limbah dilakukan secara maksimal agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar rumah sakit.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSUD Bengkalis Freddy Antoni mengapresiasi partisipasi seluruh peserta.

Ia memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

"Terkait limbah medis cair, kami sudah melakukan pengelolaan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menetralisir zat-zat kimia. Setelah air dinyatakan netral, baru dibuang dengan pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup," jelas Freddy.

Sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh seluruh peserta forum.

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas berbagai usulan dan rekomendasi yang telah disampaikan selama forum berlangsung.

"Melalui kegiatan ini, RSUD Bengkalis berharap kualitas pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan agar semakin profesional, responsif dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan masyarakat," tutupnya.

Terkini

Terpopuler