Plt Gubri Komitmen Dukung Penuh Penanganan Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:38:00 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui dukungan lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto saat Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di Polda Riau, Jumat (28/8/2026).

SF Hariyanto mengatakan, penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi dan kerja bersama seluruh pihak agar pemadaman di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.

"Keterlibatan seluruh pihak diperlukan agar upaya pencegahan maupun penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Pemprov Riau siap memberikan dukungan lintas sektor untuk penguatan pemadaman Karhutla," kata SF Hariyanto.

Ia menegaskan, forum rakor tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah. Pemerintah, TNI, Polri hingga dunia usaha diharapkan memiliki arah dan langkah yang sama dalam mencegah dan memadamkan api.

"Melalui Rakor ini dapat menjadi kekuatan antara pemerintah, TNI, Polri, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mencapai satu tujuan. Memastikan Karhutla dapat kita cegah sedini mungkin dan kita tangani secara cepat," katanya.

SF Hariyanto juga mengulang arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan kerja ke Riau. Di mana, Presiden mengapresiasi kerjasama dan semangat gotong royong seluruh unsur di Riau dalam menghadapi Karhutla.

"Sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden, beliau memberikan apresiasi atas kerja bersama dan semangat gotong royong kita. Pesan kuncinya adalah gotong royong," ungkapnya.

"Keberhasilan ini bukanlah milik perorangan atau bukan hanya keberhasilan TNI, Polri, dan pemerintah saja. Melainkan keberhasilan kita bersama seluruh elemen masyarakat Riau," jelasnya.

Dalam rakor itu, SF Hariyanto juga menginstruksikan agar setiap indikasi awal kebakaran langsung ditindaklanjuti. Ia meminta tidak ada satu pun titik panas yang dibiarkan berkembang.

"Kita tidak boleh menunggu satu titik panas berkembang menjadi kebakaran. Satu titik pun tidak boleh dibiarkan. Jika tampak indikasi atau bercak api, harus segera diselesaikan dan ditindaklanjuti di lapangan," tegasnya.

Sebelumnya, Pemprov Riau juga telah melepas 92 personel tambahan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, pada Senin (24/8/2026).

Tenaga tambahan tersebut merupakan gabungan dari personil BPBD Damkar, Satpol PP, PUPR PKPP, Basarnas, Diskes, dan Biro Umum.

Diantaranya 50 dari Satpol PP, 15 BPBD Damkar, masing-masing 10 dari Basarnas dan Dinas Kesehatan, 5 personil Biro Umum dan 2 dari PUPR PKPP untuk operator alat berat.

Pada hari yang sama, Pemprov Riau juga membagikan 14 ribu masker kepada masyarakat di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Sementara untuk Kabupaten Pelalawan, dikirimkan pula bantuan berupa 8 ribu masker untuk masyarakat, 2 ribu masker untuk petugas, makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi sebanyak 50 koli, dan 1 unit tambahan oksigen konsentrat.

Tags

Terkini

Terpopuler