Gulat Manurung Terpilih Jadi Presiden WCOPS, Bawa Mandat 12 Asosiasi Petani Sawit Dunia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:42:37 WIB
Gulat Manurung Terpilih Jadi Presiden WCOPS, Bawa Mandat 12 Asosiasi Petani Sawit Dunia

NUSANTARA (RA) - Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr Ir Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO., terpilih sebagai President World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS). Gulat mendapat mandat dari 12 asosiasi petani sawit dari tujuh negara.

Gulat terpilih dalam International Oil Palm Smallholders (IOPS) Forum 2026 yang digelar di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026). Pemilihan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pembentukan WCOPS, sebuah koalisi yang dibentuk untuk memperkuat suara petani sawit di tingkat global.

Mandat tersebut diberikan oleh asosiasi petani sawit dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Nigeria, Ghana, Honduras, dan Pantai Gading.

Gulat mengatakan jabatan sebagai President WCOPS bukan sekadar mandat organisasi. Menurutnya, posisi tersebut merupakan tanggung jawab untuk menyatukan petani sawit dari berbagai negara sekaligus membangun hubungan yang saling mendukung antara petani dan korporasi.

“Penugasan saya sebagai President WCOPS ini menjadi monumen untuk mempersatukan petani sawit dunia, untuk saling mendukung dengan korporasi sawit,” kata Gulat.

Ia berharap persatuan petani sawit dunia dapat mendorong industri yang lebih inklusif. Manfaat dari industri sawit, kata Gulat, harus dapat dirasakan oleh petani dan keluarganya, perusahaan, serta negara tempat perkebunan sawit berkembang.

Terpilihnya Gulat mendapat sambutan dari perwakilan tujuh negara yang hadir dalam forum tersebut. Salah satunya Paul Kwabena Amaning, National President of the Oil Palm Development Association of Ghana (OPDAG).

Amaning bahkan menitipkan persoalan harga kepada Gulat. Ia berharap Indonesia sebagai salah satu negara sawit terbesar dapat membantu memperjuangkan kesetaraan harga bagi petani sawit di berbagai negara.

“Kami sangat berharap kepada Indonesia sebagai negara sawit terbesar untuk dapat saling menolong petani sawit di seluruh dunia,” kata Amaning.

Dukungan terhadap Gulat juga datang dari berbagai pihak. Di antaranya perwakilan CPOPC, Solidaridad, dan RSPO, akademisi, Dewan Pembina APKASINDO, serta peserta IOPS Forum 2026 yang berasal dari 25 provinsi sentra sawit di Indonesia.

Gulat kemudian menyampaikan terima kasih kepada tujuh negara dan 12 asosiasi petani sawit yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tujuh negara yang hadir dan 12 asosiasi petani sawit dunia yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Amanah ini akan saya emban untuk ke depan,” ujar Gulat.

Pembentukan WCOPS menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi petani sawit dalam berbagai isu industri di tingkat global.

Isu tersebut mencakup keberlanjutan, ketelusuran, perdagangan yang adil, harga tandan buah segar (TBS), peningkatan produktivitas, hingga hubungan antara petani dan korporasi.

Bagi Gulat, terpilihnya dirinya sebagai President WCOPS bukan semata-mata capaian bagi Indonesia. Ia menilai jabatan tersebut menjadi momentum bersama bagi petani sawit dunia untuk memperkuat persatuan dan memperjuangkan kepentingan petani secara bersama-sama.

“Ini merupakan monumen penting untuk semua,” kata Gulat.

Tags

Terkini

Terpopuler