Plt Gubri Imbau Masyarakat Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Ahad, 23 Agustus 2026 | 14:27:00 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto (kiri).

PEKANBARU (RA) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali berada pada kategori tidak sehat, Minggu (23/8/2026) pagi. Kondisi ini terpantau dari dua sumber pemantauan kualitas udara, yakni IQAir dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan data IQAir yang dipantau pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 161 atau masuk kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 70,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Bersamaan dengan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan di tengah karhutla dan sebaran asap yang terjadi di sejumlah wilayah Riau, khususnya Pelalawan dan sekitarnya.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara mulai terdampak asap. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, dirinya juga mengingatkan untuk menggunakan masker.

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih kondisi cuaca saat ini cenderung kering sehingga api berisiko mudah meluas.

"Jangan membakar lahan. Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya.

Menurut SF Hariyanto, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk mencegah munculnya titik api baru.

Karena itu, ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla.

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan karhutla," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler