Open Turnamen Aiza Chess Club di Kampar, Percasi Riau: Bisa Asah Kemampuan

Ahad, 23 Agustus 2026 | 13:58:19 WIB
Open Turnamen Catur Aiza Chess Club.

KAMPAR (RA) - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Riau mengapresiasi konsistensi Aiza Chess Club dalam menggelar turnamen catur di Kabupaten Kampar.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet sekaligus membuka ruang bagi pecatur untuk menguji kemampuan dalam pertandingan resmi.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi Percasi Riau saat menghadiri Open Turnamen Catur Aiza Chess Club dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT pertama Aiza Chess Club di Miso Rempah Bangkinang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, latihan rutin harus diimbangi dengan kesempatan bertanding agar atlet tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan dalam kompetisi.

"Kami mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Inilah salah satu tonggak daripada pembinaan. Kalau atlet catur tidak disiapkan event, tentu mereka akan merasa jenuh setiap kali mengikuti latihan," ujarnya.

Ia menilai turnamen menjadi sarana penting untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh atlet selama menjalani latihan.

"Turnamen adalah sarana atlet untuk menerapkan ilmunya. Karena sekuat apa pun kita melakukan pembinaan, kalau ajang turnamennya tidak kita siapkan, tentu akan sulit melahirkan prestasi," katanya.

Percasi Riau juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Aiza Chess Club, Angga Aria Putra, yang dinilai konsisten menyediakan ruang pertandingan bagi para pecatur.

Menurutnya, jumlah peserta dalam berbagai kegiatan yang digelar Aiza Chess Club menunjukkan tren positif.

"Kegiatan yang dilakukan Pak Angga ini sudah kesekian kalinya dan selalu dihadiri peserta dengan grafik yang cukup meningkat. Event-event seperti ini memang kami harapkan terus muncul," ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak klub catur di Riau yang mengikuti langkah tersebut sehingga peluang melahirkan atlet potensial semakin terbuka.

"Kita berharap lahir dari event ini atlet-atlet yang bisa membawa nama baik daerah masing-masing, terutama Kampar dan terkhusus Provinsi Riau," tambahnya.

Open Turnamen Aiza Chess Club kali ini diikuti pecatur dari berbagai daerah. Selain Kabupaten Kampar, peserta juga datang dari Kuansing, Pekanbaru, Duri, Sumatera Barat hingga Medan.

Percasi Riau juga menilai olahraga catur tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bermain, tetapi dapat menjadi sarana pembentukan sumber daya manusia.

Catur dinilai melatih konsentrasi, kesabaran, kecerdasan emosional hingga kemampuan mengambil keputusan.

"Catur ini membutuhkan kecerdasan intelektual dan juga kecerdasan emosional. Tidak sembarang orang bisa bermain catur dengan baik," jelasnya.

Ia pun mengajak orang tua untuk mendukung anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang catur.

"Kalau memang ada anak yang berminat dan berbakat dalam catur, arahkan dan kembangkan di sini. Catur sekarang sudah bisa menjadi industri. Bisa melahirkan SDM baru dan bahkan orang-orang yang sukses dari catur," katanya.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula kesempatan generasi muda mengembangkan kemampuan sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Sementara itu, Ketua Aiza Chess Club Angga Aria Putra mengatakan turnamen kali ini mendapat sambutan cukup baik.

"Peserta untuk Open Tournament Aiza Chess ini ada dari Kuansing, Pekanbaru, Sumatera Barat, Duri, bahkan ada juga beberapa peserta dari Medan yang datang ke sini," ujar Angga.

Ia menjelaskan Aiza Chess Club mulai berkembang setelah menggelar open turnamen pertama pada Agustus 2025.

"Pada Agustus 2025 kami membuat Open Turnamen pertama. Kemudian dari kegiatan itu dibentuklah Klub Aiza yang sudah terdata di Percasi Kampar. Setelah itu kami terus membuat event-event berikutnya," jelasnya.

Sejak berdiri, Aiza Chess Club telah menggelar maupun terlibat dalam sejumlah kegiatan catur, termasuk turnamen di Ramayana dan Desa Pulau Lawas.

Klub tersebut juga rutin mengikuti pertandingan di luar Kampar, terutama di Pekanbaru.

"Kalau untuk pertandingan yang keluar, klub Aiza sudah sering ke Pekanbaru. Piala Panglima juga klub ini turun terus," katanya.

Untuk turnamen kali ini, jumlah peserta yang telah mendaftar dan membayar disebut lebih dari 70 orang. Sementara peserta kategori anak-anak sekitar 15 orang dan kategori senior sebanyak 45 peserta.

Angga menegaskan Aiza Chess Club berkomitmen terus menggelar turnamen agar masyarakat semakin mengenal catur sebagai olahraga dengan sistem pertandingan dan aturan resmi.

"Kami berkomitmen untuk terus eksis dan melaksanakan kegiatan-kegiatan open tournament agar masyarakat mulai memahami olahraga catur," ujarnya.

Aiza Chess Club juga telah memiliki dua Master Nasional yang siap membantu proses pembinaan atlet.

Pihak klub sebelumnya berencana membuka pembinaan catur di lingkungan sekolah. Namun, program tersebut sementara ditunda karena persoalan tempat pembinaan.

"Kami sudah memiliki dua orang Master Nasional di Aiza Chess yang siap untuk melatih. Kemarin juga sempat ada rencana pembinaan di sekolah, tetapi karena tempat untuk melaksanakan sekolah catur belum efisien, sementara kami undur dulu," ungkap Angga.

Untuk memastikan pertandingan berlangsung sesuai aturan, Open Turnamen Catur Aiza Chess Club dipimpin wasit nasional Hardian Anwar yang telah terdaftar sebagai wasit nasional.

Konsistensi penyelenggaraan turnamen tersebut diharapkan semakin menghidupkan ekosistem olahraga catur di Kampar sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di tingkat Riau, nasional hingga internasional.

Terkini

Terpopuler