Google dan LMC Dorong Media Lokal Beradaptasi dengan AI dan Perkuat Bisnis Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:11:02 WIB
Diskusi bertajuk "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" tersebut digelar pada 10-13 Agustus 2026 di Pekanbaru.

JAKARTA (RA) - Keberlanjutan industri media lokal di tengah perubahan perilaku audiens dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan dalam rangkaian diskusi Local Media Community (LMC) di tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar dan Surabaya.

Diskusi bertajuk "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" tersebut digelar pada 10-13 Agustus 2026 dan diikuti perwakilan manajemen media dari sedikitnya 13 provinsi di Indonesia.

Kegiatan itu mempertemukan pemilik, CEO, pimpinan media, manajemen redaksi, pimpinan organisasi media siber serta asosiasi jurnalis untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri media lokal.

Sejumlah isu menjadi pembahasan, mulai dari strategi pertumbuhan audiens, diversifikasi sumber pendapatan hingga pemanfaatan AI secara bertanggung jawab untuk mendukung kerja jurnalistik.

Perwakilan Google turut hadir dalam rangkaian diskusi tersebut, yakni Adeel Farhan selaku Head of News Partnerships Southeast Asia dan Yos Kusuma selaku News Partner Manager untuk Indonesia, Filipina dan Bangladesh.

Google: Media Lokal Harus Terus Beradaptasi

Adeel Farhan mengatakan, kolaborasi dengan komunitas media lokal merupakan bagian dari upaya Google untuk terus terlibat dalam ekosistem berita di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pengguna tidak mengubah misi utama Google untuk membantu masyarakat menemukan informasi yang bermanfaat.

"Meski teknologi dan kebutuhan pengguna terus berkembang, misi inti kami tidak berubah: mengorganisasi informasi dunia dan menjadikannya mudah diakses serta bermanfaat bagi semua orang," ujar Adeel Farhan.

Ia menilai Google dan penerbit berita memiliki tujuan yang sejalan, yakni membantu masyarakat menemukan serta mengakses konten berkualitas di internet.

"Google dan penerbit memiliki misi yang sama, yaitu membantu orang menemukan dan mengakses konten di web. Diskusi bersama Local Media Community ini adalah salah satu cara kami memastikan komitmen itu benar-benar dirasakan langsung oleh rekan-rekan media di daerah, bukan hanya di kota-kota besar," tambahnya.

AI Disebut Bisa Jadi Alat Penguat Media

Sementara itu, Yos Kusuma mengatakan keterlibatan Google dalam diskusi LMC menjadi kesempatan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi media lokal.

Menurutnya, media daerah memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang relevan sekaligus menjaga keberagaman informasi bagi masyarakat.

"Media lokal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberagaman informasi dan menghadirkan konten yang relevan bagi masyarakat di daerah masing-masing," ujar Yos.

Ia mengatakan perkembangan teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat keberlanjutan bisnis media.

Namun, teknologi tersebut diharapkan tetap digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan prinsip-prinsip jurnalisme.

"Melalui diskusi ini, kami ingin mendengar langsung tantangan yang dihadapi teman-teman media lokal, sekaligus berbagi pengetahuan tentang bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjadi alat untuk memperkuat keberlanjutan bisnis mereka, bukan menggantikan peran jurnalisme yang mereka jalankan," katanya.

Suwarjono: Media yang Tak Beradaptasi Bisa Tertinggal

Pandangan serupa disampaikan Pemimpin Redaksi Suara.com sekaligus salah satu inisiator Local Media Community, Suwarjono.

Dalam diskusi di tiga kota tersebut, Suwarjono menekankan pentingnya media dan jurnalis beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia mengingatkan media yang menganggap AI sebagai ancaman justru berpotensi tertinggal dalam persaingan industri.

"Yang pasti hanya perubahan!" tegas Suwarjono dalam paparannya.

Menurutnya, perubahan tidak hanya terjadi karena AI. Pola konsumsi informasi masyarakat juga telah bergeser, terutama dengan semakin dominannya media sosial sebagai salah satu sumber informasi publik.

Ia mencontohkan, media yang tidak mengembangkan strategi distribusi melalui media sosial juga berpotensi kehilangan audiens.

Program GNI Jangkau Ribuan Peserta

Keterlibatan Google dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari berbagai program Google News Initiative (GNI) yang selama ini menyasar organisasi media di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Dalam paparannya disebutkan, sejak Januari 2025 terdapat lebih dari 20 program GNI di Asia Tenggara yang menjangkau lebih dari 7.000 peserta dari 165 organisasi. Tingkat kepuasan peserta tercatat 4,7 dari skala 5.

Di Indonesia, salah satu program yang dijalankan adalah Project Sigma Indonesia: Gen Z & Berita.

Program tersebut melibatkan 10 newsroom dari media cetak, siaran, radio hingga digital native di Jakarta dan Surabaya. Program itu disebut menghasilkan rata-rata pertumbuhan audiens Gen Z sebesar 1,5 kali lipat.

Selain itu, terdapat Revenue Growth Lab Indonesia yang telah mendampingi 12 penerbit dari sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur.

Program tersebut mencatat peningkatan pendapatan iklan digital hingga 18 persen dan pertumbuhan kunjungan pengguna hingga 47 persen.

Google Buka Ruang Kolaborasi dengan Media Daerah

Yos mengatakan Google masih berkomitmen membuka ruang dialog dan kemitraan dengan organisasi berita di berbagai daerah.

Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung industri berita agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

"Komitmen kami terhadap industri berita sudah berjalan lebih dari 20 tahun, dan itu tidak berubah. Yang berubah adalah cara kami beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dan penerbit," katanya.

Ia menyebut sejumlah program seperti Subscriptions Academy dan News Consumer Insights sebagai bagian dari upaya memperkuat pendapatan pembaca serta kemampuan newsroom dalam memanfaatkan data.

Rangkaian diskusi LMC di Pekanbaru, Makassar dan Surabaya juga membuka peluang bagi media lokal untuk mendapatkan wawasan dari tim News Partnerships Google serta menjajaki program pelatihan dan pendanaan GNI.

Selain itu, sejumlah pimpinan organisasi media siber dan asosiasi jurnalis dari berbagai daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Google Dukung UKW di Sejumlah Daerah

Dukungan terhadap ekosistem media juga dilakukan melalui kerja sama Google dengan KG Media dalam pelaksanaan rangkaian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di sejumlah daerah.

Gelombang pertama UKW dibuka di Bekasi pada Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 64 peserta dari media cetak, siber, televisi dan radio dengan berbagai jenjang kompetensi.

Pembukaan kegiatan turut mendapat pengantar dari Yos Kusuma.

Google News Initiative sendiri merupakan inisiatif Google yang bekerja sama dengan industri berita untuk mendukung pengembangan jurnalisme berkelanjutan di era digital.

Sementara Local Media Community merupakan komunitas yang mewadahi kolaborasi antarmedia lokal dan media skala kecil di Indonesia melalui berbagai kegiatan, seperti berbagi pengetahuan, membangun jejaring, small grant hingga advokasi kepentingan bersama.

Bagi media lokal, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan kualitas jurnalistik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi, perilaku audiens dan model bisnis.

Era AI pun dinilai bukan sekadar tantangan teknologi, melainkan momentum bagi media untuk memperkuat inovasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalisme.

Terkini

Terpopuler