Pencarian

Podcast Kelupas

Realisasi PAD Pekanbaru Tumbuh Positif, Pajak Reklame Sudah Tembus 96 Persen dari Target Tahunan

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 13:49:34 WIB
Realisasi PAD Pekanbaru Tumbuh Positif, Pajak Reklame Sudah Tembus 96 Persen dari Target Tahunan
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan didampingi jajaran turun langsung dalam pendataan objek pajak

PEKANBARU (RA) - Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif hingga Juli 2026. Sejumlah sektor pajak perkotaan mencatat pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan, mengatakan capaian penerimaan daerah secara keseluruhan terus bergerak positif sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut terlihat pada sejumlah sektor pajak yang menjadi sumber penerimaan PAD Kota Pekanbaru. Salah satu sektor dengan pertumbuhan cukup signifikan yakni pajak makanan dan minuman.

"Dan yang paling tinggi penerimaan pajak makanan minum, tumbuh 30 persen disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025," kata Denny, Sabtu (15/8/2026).

Ia menyebutkan, total penerimaan yang berhasil dihimpun dari sektor pajak makanan dan minuman selama Januari hingga Juli 2026 mencapai Rp105 miliar.

Selain pajak makanan dan minuman, sektor pajak air tanah juga mencatatkan capaian yang cukup tinggi. Hingga Juli 2026, penerimaan dari sektor tersebut mencapai Rp16 miliar, dengan pertumbuhan mencapai 143 persen dari target.

Capaian positif juga terlihat dari sektor pajak reklame. Hingga periode Januari-Juli 2026, penerimaan pajak reklame telah mencapai Rp39 miliar atau sudah mencapai 96 persen dari target yang ditetapkan untuk satu tahun.

Dengan capaian tersebut, Bapenda optimistis penerimaan dari pajak reklame masih berpeluang mengalami peningkatan hingga akhir tahun.

"Untuk pajak parkir cukup tinggi, tumbuh 40 persen pada periode Januari hingga Juli. Total penerimaan dari seluruh sektor pajak hingga Juli 2026 kemarin sudah Rp700 miliar lebih," terang Denny.

Pertumbuhan pada sejumlah sektor pajak tersebut menjadi salah satu indikator bahwa optimalisasi penerimaan daerah terus berjalan. Bapenda Pekanbaru juga masih memiliki waktu untuk mengejar dan meningkatkan penerimaan dari berbagai sektor hingga penghujung 2026.

Denny menambahkan, untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, Bapenda Kota Pekanbaru terus melakukan berbagai upaya, termasuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pendataan dan pengawasan terhadap potensi pajak, tetapi juga dengan memberikan kemudahan serta keringanan kepada masyarakat.

Sejumlah kebijakan yang dibuat melalui kebijakan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, diarahkan untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar semakin aktif membayarkan kewajiban pajaknya.

Salah satu kebijakan yang saat ini diberikan yakni program penghapusan denda pajak daerah yang berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.

Program tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya wajib pajak sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih memiliki tunggakan, untuk menyelesaikan kewajibannya dengan mendapatkan keringanan berupa penghapusan denda.

Bapenda terus mengimbau masyarakat agar memanfaatkan berbagai kebijakan keringanan tersebut sebelum masa program berakhir.

Di sisi lain, peningkatan penerimaan dari sejumlah sektor pajak menunjukkan bahwa optimalisasi PAD terus memberikan hasil. Dengan capaian Rp700 miliar hingga Juli, Denny menyebut pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga tren positif penerimaan sekaligus mengejar target PAD hingga akhir tahun 2026.

Optimalisasi potensi pajak daerah juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan fiskal Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Contohnya saat ini jalanan sudah banyak diaspal, pembangunan drainase, kebijakan bapak wali untuk seragam sekolah gratis. Itu berasal dari pajak yang dibayarkan warga, dan dikembalikan lagi kepada warga dengan program yang dibuat pak wali kota," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks