LPP BAIK Basiacuong Kampar Lestarikan Tradisi Maantau dan Mananti Uwang Nan Datang

Ahad, 09 Agustus 2026 | 20:37:31 WIB
LPP BAIK Basiacuong Kampar lestarikan tradisi Maantau dan Mananti Uwang Nan Datang.

KAMPAR (RA) - Tradisi Basiacuong terus dirawat di tengah perkembangan zaman. Lembaga Pelestarian dan Pengembangan (LPP) BAIK Basiacuong Kampar menggelar praktik Basiacuong dengan mengangkat ungkapan adat “Maantau dan Mananti Uwang Nan Datang” di Balai Adat Desa Salo, Kecamatan Salo, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LPP BAIK Basiacuong dalam mengembangkan dan membina bahasa sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Kampar.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dan kerja sama dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra.

Ungkapan “Maantau uwang nan datang dan uwang nan mananti” mengandung pesan tentang pentingnya menghormati, menyambut dan menghargai orang yang datang, sekaligus memperhatikan mereka yang sedang menanti.

Dalam tradisi masyarakat Kampar, Basiacuong bukan sekadar rangkaian kata-kata adat.

Tradisi tersebut merupakan seni bertutur yang mengandung nilai sopan santun, penghormatan, kebersamaan dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui praktik Basiacuong, LPP BAIK berupaya agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat tetap hidup dan dapat dipahami oleh generasi muda.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, setiap tamu yang datang harus dihargai, sementara orang yang menanti juga harus mendapatkan perhatian.

Nilai itu mencerminkan karakter masyarakat Kampar yang menjunjung tinggi adat, sopan santun dan persaudaraan.

Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Budaya Adat Istiadat (BAIK) Kampar Basiacuong, Usman Effendy, mengatakan pembinaan terhadap generasi muda menjadi salah satu upaya agar adat dan budaya Kampar tetap bertahan.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda melupakan identitas budaya daerah.

“Dengan pembinaan yang kita lakukan terhadap generasi milenial Kampar, adat dan budaya tetap dapat kita lestarikan,” ujar Usman.

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menghadirkan guru Basiacuong, Datuk Zamzami, yang merupakan juara I Basiacuong tingkat Kabupaten Kampar.

Kehadiran Datuk Zamzami diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tata cara penyampaian kata-kata adat yang tepat.

“Untuk hari ini kita mendatangkan guru Basiacuong Dt. Zamzami yang merupakan juara I Basiacuong tingkat Kabupaten Kampar yang akan menerangkan tata cara yang tepat dalam penyampaian kata-kata untuk dipraktikkan dan diaplikasikan langsung oleh ninik mamak, perangkat maupun masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Usman.

Usman menegaskan, Basiacuong tidak seharusnya hanya muncul dalam acara-acara adat. Tradisi bertutur tersebut diharapkan dapat terus digunakan dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari.

LPP BAIK Basiacuong berkomitmen melanjutkan edukasi, pembinaan dan praktik Basiacuong kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, keberlanjutan sebuah adat sangat bergantung pada kemauan generasi penerus untuk mempelajari dan mempraktikkannya.

“Adat hidup karena dipakai, budaya lestari karena diwarisi.”

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga adat dan budaya Kampar agar tetap tumbuh, berkembang dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.

“Mari bersama-sama kita dukung dan sukseskan kegiatan ini demi menjaga keberlanjutan tradisi dan budaya Basiacuong di Bumi Melayu Kabupaten Kampar. Semoga pelaksanaan pelatihan ini berjalan lancar, sukses dan memberikan manfaat besar bagi generasi penerus bangsa. Mari rawat budaya, lestari sastra negeri,” tutup Usman Effendy.

Terkini

Terpopuler