PTPN IV Regional III Gandeng BPBD Riau Perkuat Desa Mandiri Peduli Gambut Cegah Karhutla

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:55:13 WIB
PTPN IV Regional III Gandeng BPBD Riau Perkuat Desa Mandiri.

KAMPAR (RA) - Sub Holding PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Provinsi Riau untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan sekaligus penyaluran peralatan pendukung penanganan kebakaran kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di tiga desa bergambut yang berbatasan langsung dengan areal inti PTPN IV Regional III Kebun Sei Galuh, yakni Desa Air Terbit, Pagaruyung, dan Sungai Limau, Kabupaten Kampar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Jim Gafur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau.

Menurutnya, kawasan gambut memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga memerlukan kesiapan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan hingga masyarakat.

"Karhutla merupakan ancaman bersama. Karena itu, upaya pencegahannya membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Kami mengapresiasi PTPN IV Regional III yang tidak hanya fokus mengamankan wilayah operasionalnya, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui peningkatan kapasitas seperti ini," ujar Jim, Kamis (31/7) kemarin.

Dalam pelatihan tersebut, Jim juga memberikan materi mengenai karakteristik kebakaran lahan gambut, teknik pencegahan, metode dasar pemadaman, hingga prosedur keselamatan saat menghadapi kebakaran.

Ia berharap pelatihan mampu melahirkan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang memiliki kemampuan mendeteksi dan menangani potensi kebakaran sejak dini.

Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya pencegahan karhutla bersama masyarakat.

Menurut Bambang, sejak berdiri pada 1996, perusahaan yang sebelumnya bernama PTPN V itu secara konsisten menerapkan prinsip zero burning dalam seluruh aktivitas operasional perkebunan.

Selain memperkuat kapasitas personel dan sarana penanggulangan karhutla, PTPN IV Regional III juga memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) melalui sistem deteksi dini bernama Arfina.

"Keberhasilan menjaga areal perusahaan dari kebakaran tidak terlepas dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menerapkan prinsip zero burning. Kini, semangat yang sama ingin kami hadirkan di tengah masyarakat agar upaya pencegahan karhutla semakin kuat melalui kolaborasi yang berkelanjutan," kata Bambang.

Ia menjelaskan, lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan mineral sehingga membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat ketika muncul potensi kebakaran.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi titik api sejak dini.

Bambang berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis anggota MPA, tetapi juga memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.

"Karhutla bukan hanya persoalan perusahaan atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa perlindungan ekosistem gambut dan lingkungan hanya dapat terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama," tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler