Dorong Keberlanjutan Operasi dan Ekonomi, PT ITA-Polres Meranti Perkuat Konservasi Mangrove

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:40:17 WIB
PT Imbang Tata Alam bersama Polres Kepulauan Meranti menanam ratusan bibit mangrove di Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, Riau.

MERANTI (RA) - PT Imbang Tata Alam (PT ITA) bersama Polres Kepulauan Meranti memperkuat upaya pelestarian kawasan pesisir melalui penanaman ratusan bibit mangrove di kawasan jeti Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026. Selain menjaga kelestarian lingkungan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan operasi perusahaan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.

Penanaman mangrove ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Merbau, Kelompok Mangrove Formula Desa Lukit, pelajar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, Camat Merbau Wan Jumiati, Kapolsek Merbau Iptu Ahmad Fauzi Menara, Danramil 06 Merbau Kapten Arh. Rikman Sinaga, Kepala Desa Lukit Jumilan, serta jajaran PT ITA.

Usai penanaman, rombongan juga meninjau kawasan Konservasi Bunga Mangrove Desa Lukit dan melihat berbagai produk olahan mangrove hasil pemberdayaan masyarakat.

Camat Merbau Wan Jumiati mengapresiasi sinergi antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir yang selama ini menghadapi ancaman abrasi.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolres Kepulauan Meranti, PT ITA, kelompok mangrove, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga kelestarian alam di wilayah ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan pelestarian mangrove membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya, menjaga ekosistem mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan, tetapi menjadi tugas bersama masyarakat.

"Peringatan Hari Mangrove Sedunia hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan pesisir. Menjaga mangrove bukan hanya tugas pemerintah atau perusahaan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Kapolres.

Sudah Tanam 929 Ribu Bibit Mangrove

Act CSR Coordinator PT ITA Arip Hidayatulloh menjelaskan program konservasi mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan operasi hulu migas melalui pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi risiko abrasi, menyerap karbon, menjaga keseimbangan ekosistem, hingga melindungi fasilitas operasi perusahaan yang berada di sekitar kawasan pesisir.

Program konservasi mangrove PT ITA telah berjalan sejak 2015. Khusus di Desa Lukit, perusahaan secara rutin melakukan penanaman sekitar 500 hingga 1.000 bibit mangrove setiap tahun sejak 2021.

Penanaman dilakukan di kawasan perhutanan sosial seluas 79 hektare dengan area konservasi sekitar 5 hektare.

Hingga saat ini, PT ITA telah menanam sekitar 929.000 bibit mangrove, terdiri dari 908.000 bibit melalui program Safety, Health, and Environment (SHE) dan 21.000 bibit melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Arip mengatakan keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan tersebut.

"Ketika lingkungan tetap terjaga, operasi perusahaan dapat berjalan berkelanjutan dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang nyata," ujarnya.

Mangrove Jadi Peluang Ekonomi Warga

Selain konservasi lingkungan, PT ITA juga melakukan pendampingan kepada masyarakat agar kawasan mangrove dapat memberikan nilai ekonomi.

Melalui program pemberdayaan, masyarakat Desa Lukit mulai mengembangkan produk olahan berbasis mangrove seperti dodol kedabu dan sirup pedada. Kawasan konservasi juga diarahkan menjadi lokasi wisata edukasi.

Ketua Kelompok Mangrove Formula Desa Lukit Syakirin mengatakan pendampingan dari PT ITA telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola organisasi, administrasi, pembibitan mangrove, hingga pengelolaan kawasan wisata konservasi.

"Alhamdulillah, sekarang kami merasakan banyak perkembangan berkat pembinaan dan bantuan yang diberikan," kata Syakirin.

Ketua Pemuda Desa Lukit Sahadan berharap kolaborasi seluruh pihak dapat terus diperkuat agar konservasi mangrove mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Harapannya dukungan terhadap kelompok mangrove terus berjalan sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat," ujarnya.

Tags

Terkini

Terpopuler