Dalam 10 Hari, Dua Dokter Ditemukan Meninggal di Riau

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:25:00 WIB
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di Siak dan Pekanbaru terkait dua kasus kematian dokter.

RIAU (RA) - Dalam kurun waktu sekitar 10 hari, dua dokter ditemukan meninggal dunia di dua lokasi berbeda di Provinsi Riau. Hingga kini, penyebab pasti kematian keduanya masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Kasus pertama menimpa dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, dr. Alex Cristo Loris (30), yang ditemukan meninggal di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak pada Selasa (14/7/2026).

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah keluar dari lingkungan rumah sakit pada malam hari. Rekaman CCTV memperlihatkan korban berjalan seorang diri sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kasubdit Penmas Polda Riau AKBP Rudi M. Samosir mengatakan autopsi dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah RS Bhayangkara Pekanbaru.

"Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban yang berada dalam kondisi pembusukan awal mengalami luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu ditemukan memar pada kepala akibat kekerasan benda tumpul," kata Rudi.

Tim forensik juga menemukan luka pascakematian (post mortem) di bagian leher, dada, perut, punggung, dan kedua lengan yang diduga merupakan bekas gigitan serangga.

"Selain itu ditemukan pelebaran pembuluh darah pada organ-organ dalam serta pembendungan (kongesti). Namun, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kematian korban," ujarnya.

Menurut Rudi, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi dan toksikologi forensik.

Sementara itu, kasus kedua terjadi di Kota Pekanbaru. Dokter spesialis kejiwaan dr. Willy Jaya Suento ditemukan meninggal dunia di dalam kamar sebuah hotel di Jalan Ahmad Yani pada Rabu (22/7/2026).

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan korban telah menginap sejak Senin (20/7/2026) malam dan sempat memperpanjang masa menginapnya sehari kemudian.

Setelah waktu sewa kamar berakhir dan korban tidak merespons panggilan, petugas hotel bersama petugas engineering dan sekuriti membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam menggunakan sistem double lock.

"Korban ditemukan dalam posisi duduk membungkuk di samping tempat tidur dan sudah tidak bernyawa," kata Anggi.

Tim Inafis Polresta Pekanbaru kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani visum.

"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak pidana," ujarnya.

Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Meski sama-sama melibatkan profesi dokter dan penyebab kematiannya belum diketahui, hingga kini kepolisian belum menyatakan adanya keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut.

Terkini

Terpopuler