KKN Pena Bertuah Unri Perkenalkan Pembakar Sampah Minim Asap di Bengkalis

Rabu, 15 Juli 2026 | 20:09:00 WIB
KKN Pena Bertuah Universitas Riau.

BENGKALIS (RA) - Mahasiswa KKN Pena Bertuah Universitas Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan Double Wall Incinerator, di Desa Penebal, Kabupaten Bengkalis.

Hal ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Di mana, menghadirkan inovasi tong pembakaran sampah minim asap.

Delegasi dari Mahasiswa Teknik Lingkungan, Ahmad Khairil Saputra menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.

"Kami ingin masyarakat mengetahui tentang apa saja yang berhubungan dengan permasalahan sampah rumah tangga, bagaimana dampak pembakaran sampah secara terbuka terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya penerapan metode pengelolaan sampah yang lebih baik," kata Ahmad Khairil.

Dikatakannya, pembakaran sampah secara terbuka masih menjadi kebiasaan di banyak lingkungan dan berpotensi menimbulkan pencemaran udara serta gangguan kesehatan akibat asap yang dihasilkan.

Oleh karena itu, masyarakat diperkenalkan dengan inovasi tong pembakaran sampah dengan konstruksi dinding ganda yang dirancang untuk meningkatkan sirkulasi udara selama proses pembakaran sehingga menghasilkan panas yang lebih stabil, mempercepat proses pembakaran, dan mengurangi produksi asap dibandingkan pembakaran menggunakan tong konvensional.

Menurutnya, penggunaan Double Wall Incinerator bukan menjadi solusi utama dalam mengatasi sampah, melainkan sebagai alternatif untuk menangani sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

"Tong pembakaran ini bukan berarti mengajak masyarakat untuk membakar semua jenis sampah. Yang paling utama tetap melakukan pemilahan sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Double Wall Incinerator hadir sebagai solusi untuk mengelola sampah residu secara lebih baik dengan asap yang lebih minim dibandingkan pembakaran terbuka," ujar Ahmad Khairil Saputra.

Selama demonstrasi berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk mengamati proses pembakaran secara langsung serta berdiskusi mengenai cara pengoperasian, jenis sampah yang dapat dibakar, hingga langkah-langkah perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Mahasiswa KKN juga kembali mengingatkan bahwa sampah organik sebaiknya diolah menjadi kompos, sedangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipilah untuk didaur ulang. Dengan demikian, Double Wall Incinerator difungsikan sebagai alternatif dalam menangani residu sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Sementara itu, Ketua KKN Pena Bertuah Universitas Riau Desa Penebal, Arjun Darma Fitra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan desa.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatan inovasi tersebut oleh masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah dengan lebih baik. Double Wall Incinerator merupakan inovasi sederhana yang kami harapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai salah satu solusi dalam mengurangi penumpukan sampah di Desa Penebal. Tentunya, keberhasilan pengelolaan sampah tetap membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat," ujar Arjun.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan sampah di Desa Penebal, Mahasiswa KKN Pena Bertuah Universitas Riau turut menyerahkan satu unit Double Wall Incinerator kepada Pemerintah Desa Penebal untuk dimanfaatkan sebagai sarana pengelolaan sampah masyarakat.

Tags

Terkini

Terpopuler