PADANG (RA) - Kepolisian terus mendalami kasus dugaan peledakan bom rakitan yang dilakukan seorang siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Sumatera Barat, berinisial R, di lingkungan sekolahnya pada Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga merakit sendiri bahan peledak di rumah dan mengaku terinspirasi oleh pemberitaan mengenai peristiwa ledakan bom yang pernah terjadi di sebuah sekolah di Jakarta pada 2025.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka, mengatakan pengakuan tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan seluruh fakta yang melatarbelakangi aksi pelaku.
"Pelaku mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Ia juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak," ujar Mayndra, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, seluruh keterangan pelaku masih dalam proses verifikasi. Penyidik juga masih mendalami apakah terdapat keterlibatan pihak lain ataupun jaringan tertentu dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Kapolresta Padang Iptu Apri Wibowo mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga telah merencanakan aksinya sejak berada di rumah.
Ia menjelaskan, pelaku mempelajari cara merakit bom melalui video di internet, sedangkan bahan-bahan yang digunakan diperoleh melalui platform belanja daring.
"Proses pembuatan dipelajari dari YouTube, sedangkan bahan peledak dibeli melalui aplikasi belanja online," kata Apri.
Apri mengatakan lagi, peristiwa itu terjadi saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.15 WIB.
Menurutnya, pelaku diduga berniat melampiaskan emosinya kepada salah seorang teman yang disebut sering melakukan perundungan terhadap dirinya.
"Anak ini merupakan korban bullying dari temannya. Ia ingin melampiaskan emosinya kepada temannya itu dengan cara seperti itu (meledakkan bom)," kata Apri kepada wartawan.
Bom Diletakkan di Depan Kelas
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi dilakukan ketika ruang kelas dalam keadaan kosong karena para siswa sedang beristirahat.
Pelaku kemudian meletakkan bom rakitan di atas sebuah meja yang berada di depan ruang kelas sebelum menyalakannya menggunakan sumbu yang dipicu dengan korek api gas.
"Bom dipicu menggunakan korek api melalui sumbu. Ledakannya tidak besar, hanya berskala kecil (low explosive) dan mengeluarkan asap," jelas Apri.
Polisi memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Dirakit Sendiri dari Tutorial Internet
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bom rakitan tersebut dibuat sendiri oleh pelaku di rumahnya.
Polisi menyebut pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet, termasuk dari video yang diakses di YouTube.
"Ia membuat sendiri, mengumpulkan bahan sendiri setelah melihat dari browsing internet dan menonton tayangan YouTube," ujar petugas kepolisian yang mendampingi Kapolresta.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan tiga bom rakitan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi Kedepankan Pembinaan
Saat ini pelaku telah diamankan di Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Mengingat pelaku masih berstatus anak dan diduga juga merupakan korban perundungan, kepolisian menyatakan akan mengedepankan pendekatan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem peradilan anak.
"Pelaku sudah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan. Ke depannya kami akan melakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi," kata Apri.
Selain proses hukum, kepolisian juga menilai pelaku memerlukan pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan kondisi mentalnya serta mencegah dampak lanjutan akibat dugaan perundungan yang dialaminya.
Kasus tersebut masih dalam penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk asal bahan peledak yang digunakan serta dugaan praktik perundungan yang menjadi latar belakang kejadian.
Hingga kini, tim gabungan kepolisian bersama unit penjinak bom masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan MAN 3 Padang guna mengamankan sisa material ledakan serta mengumpulkan barang bukti lainnya.
Polisi juga masih mendalami motif pelaku secara menyeluruh, termasuk latar belakang yang diduga memicu aksi tersebut.
Sebelumnya, Kapolresta Padang menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Ledakan yang terjadi berskala rendah (low explosive) dan hanya menimbulkan asap.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polresta Padang bersama Densus 88 Antiteror Polri.