PT SBP Laporkan Penyerangan Bersenjata ke Polres Inhu

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:13:23 WIB
Pihak PT SBP melaporkan peristiwa penyerangan yang terjadi di areal perusahaan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu).

INHU (RA) - Pihak PT SBP melaporkan peristiwa penyerangan yang terjadi di areal perusahaan ke Polres Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Dalam laporan tersebut, perusahaan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas para pelaku hingga aktor intelektual yang diduga berada di balik insiden tersebut.

Hingga saat ini 1 x 24 jam pasca penembakan tersebut, sejauh ini Polres Inhu belum mengamankan para pelaku.

Laporan itu dibuat melalui karyawan PT SBP, Probo Sutejo, dengan Nomor: LB/93/VI/2026/SPKT/POLRES INDRAGIRI HULU/POLDA RIAU tertanggal 1 Juni 2026.

Dalam laporannya, pihak perusahaan melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan berat, upaya pembunuhan, serta dugaan pelanggaran Undang-Undang Darurat terkait penggunaan senjata dalam peristiwa penyerangan tersebut.

Pihak pelapor mengklaim para pelaku datang dengan membawa sejumlah senjata, yakni tiga pucuk air gun dan satu pucuk senapan angin. Selain itu, para pelaku disebut menggunakan penutup wajah untuk menyamarkan identitas mereka.

Salah seorang saksi mata, Edi Yanto, mengaku melihat secara langsung para pelaku membawa senjata api jenis air gun saat melakukan penyerangan.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak pelapor, operator alat berat PT SBP juga sempat ditodong menggunakan pistol dan diperintahkan merusak kendaraan milik karyawan dengan menggunakan ekskavator perusahaan.

"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyerangan yang menggunakan senjata tajam dan pistol terhadap karyawan PT SBP," kata Humas PT SBP, Rahman Manurung, Selasa (2/6/2026).

Pihak perusahaan menegaskan peristiwa tersebut bukan merupakan konflik lahan dengan masyarakat.

"Kita menduga penyerangan dilakukan oleh kelompok preman bayaran yang berkaitan dengan sengketa penjualan lahan HGU perusahaan," ungkapnya.

Pihak pelapor juga menilai aksi tersebut dilakukan secara terorganisir. Hal itu, menurut mereka, terlihat dari kedatangan sekelompok massa yang membawa senjata tajam, pistol, dan senapan angin sebelum melakukan penyerangan terhadap karyawan perusahaan.

"Selain itu, setelah karyawan PT SBP mundur dari lokasi akibat serangan tersebut, pelapor mengklaim terdapat satu unit alat berat ekskavator yang masuk ke area kejadian dan melakukan aktivitas pekerjaan dengan pengawalan kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan," terang Rahman.

Atas dasar itu, pihak pelapor meminta kepolisian mengusut hubungan antara para pelaku penyerangan dengan alat berat yang berada di lokasi kejadian serta mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik insiden tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Inhu, Iptu Adlin, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

"Kita masih melakukan penyelidikan dan penyidikan pemeriksaan saksi-saksi untuk menentukan siapa para pelaku," kata Adlin.

Terkini

Terpopuler