Anak Bupati di Riau Positif Ganja karena Terpapar Asapnya, Ini Penjelasan Dokter

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:29:00 WIB
Ilustrasi istimewa.

PEKANBARU (RA) - Anak Bupati di Riau berinisial AF turut diamankan dalam kasus dugaan pesta narkoba di Pekanbaru, karena positif ganja dari hasil asesmen yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru.

Kepala BNN Kota Pekanbaru, Kombes Pol Wawan, menegaskan AF tidak terbukti menggunakan ganja secara langsung maupun terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

"Tersangka inisial AF positif etomidate dan ganja. Tetapi untuk ganja, dia tidak menggunakan ganja, termasuk juga dibenarkan dengan keterangan dua orang pengguna ganja lainnya," ujar Wawan, Selasa (26/5/2026) kemarin.

Wawan menjelaskan, hasil pendalaman tim asesmen menemukan bahwa AF diduga terpapar asap ganja saat berada di dalam toilet tempat dua tersangka lain menghisap ganja.

"Kok bisa tidak menggunakan ganja, tapi tiba-tiba positif? Ternyata, dua tersangka yang menggunakan ganja, mereka menghisap ganja di dalam toilet. Lalu AF masuk ke toilet tersebut," jelasnya.

Menurut Wawan, pihaknya juga telah meminta penjelasan medis terkait kemungkinan seseorang dinyatakan positif ganja akibat menghirup asap di ruangan tertutup.

"Dan saya tanya ke dokter, apakah bisa positif ganja jika situasinya seperti itu, menghirup asap di udara? Ternyata bisa. Dan yang bersangkutan mengaku tidak menggunakan ganja," katanya.

Berdasarkan hasil asesmen gabungan dari tim hukum dan tim medis, AF dinyatakan tidak terlibat jaringan narkotika dan masuk kategori pengguna narkotika ringan.

"Masukan dari tim hukum dan tim medis, bahwa yang bersangkutan tidak terlibat jaringan dan menggunakan narkotika kategori ringan, diputuskan dirawat jalan di BNN Kota Pekanbaru sebanyak empat kali," jelas Wawan.

Penjelasan Dokter Spesialis Paru

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru, dr Indra Yopi, membenarkan seseorang bisa dinyatakan positif narkoba meski hanya menghirup asap ganja dari orang lain.

"Sama seperti asap rokok biasa, terhisap bisa terpapar. Di tes pun positif, terpapar karena dia tidak mengisap secara aktif tapi berada di dalam ruangan yang ada asap rokok, ganja atau vape," kata dr Indra Yopi saat dihubungi Riauaktual.com, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, risiko seseorang dinyatakan positif secara pasif lebih tinggi apabila berada di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, seperti toilet atau mobil.

"Sebentar saja bisa. Intinya bisa terpapar walaupun tidak mengisap ganja secara aktif," jelasnya.

Ia mengatakan efek paparan asap ganja itu akan hilang seiring waktu. Pada pemeriksaan urine, hasil positif bisa bertahan hingga dua pekan.

"Kalau di rambut bisa sampai satu bulan, kalau di urine sekitar dua minggu," pungkasnya.

Diketahui, menghirup asap ganja secara pasif memang dapat memengaruhi hasil tes narkoba.

"Meski kemungkinannya lebih kecil dibanding pengguna aktif, kondisi ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk menjadi faktor utama seseorang bisa ikut terpapar," jelasnya lagi.

Sebanyak 13 orang yang terjaring razia narkoba di tempat hiburan malam di Pekanbaru, Riau, dinyatakan positif narkoba jenis Eetomidate dan tiga orang juga terdeteksi positif ganja.

Ketigabelas orang itu berasal dari Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan dengan inisial KS (32), RR (22), GSA (21), PT (28), AF (21), MAY (24), IMF (22), MA (22), NR (23), SAP (23), SA (23), dan ALS (23).

Tags

Terkini

Terpopuler