Lantik Ratusan Pejabat dan Kepala Sekolah, Plt Gubri Tekankan Hal Ini

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:38:00 WIB
Pelantikan ratusan pejabat dan kepala sekolah di Lingkungan Pemprov Riau, Selasa (26/5/2026).

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SD Hariyanto telah melantik 238 pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan 77 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Selasa (26/5/2026).

Pelantikan terhadap yang digelar di Balai Serindit Gedung Daerah, Komplek Kediaman Gubernur Riau itu disaksikan oleh Kepala BKD Riau Budi Fakhri dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Riau Indra.

SF Hariyanto, menegaskan bahwa perombakan struktur ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Ini menjadi bagian dari program mutasi dan rotasi rutin guna menyegarkan roda organisasi pemerintah daerah," katanya.

Terhadap pejabat yang dilantik, SF Hariyanti berharap dapat bekerja dengan ekstra. Terkhususnya pada dinas yang bersinggungan langsung dengan peningkatan PAD.

"Saya berharap setelah dilantik, semuanya dapat bekerja ekstra dan luar biasa. Jangan santai. Kita sedang berjuang, khususnya di Bapenda dan DPMPTSP. Karena kita perlu mendongkrak PAD untuk mensejahterakan masyarakat," kata SF Hariyanto.

Meskipun pada setiap pekerjaan terdapat tantangan, SF Hariyanto meminta seluruh pejabat untuk jangan berputus asa.

"Semua harus bekerja keras. Jangan mengeluh dan putus asa meskipun tantangan kita sangat besar," ungkapnya.

SF Hariyanto turut menyoroti perpindahan pegawai dari Sekretariat Dewan Riau yang ditempatkan pada sejumpah dinas lainnya. Dirinya berharap persoalan serupa tak terjadi.

"Saya tidak mau di Setwan itu ditemukan lagi masalah SPPD. Hari ini 308 orang sudah pindahkan. Bagi dinas tempat mereka pindah, kalau mereka tidak mau bekerja atau tidak masuk kantor, laporkan ke saya. Jangan seenaknya saja saat bekerja," sebutnya.

Sementara itu, SF Hariyanto meminta Kepala Sekolah yang telah dilantik, dapat bekerja dengan profesional tanpa mencampuri urusan administrasi lainnya.

"Kepala sekolah jangan ikut campur urusan pengadaan seragam sekolah. Bukan urusan kita itu. Tak semua orang tua siswa merupakan orang mampu. Bukannya dibantu malah diperas. Ini saya tekankan, jangan pernah urus yang bukan urusan kita," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler