PFI Tetapkan Strategi 2026, Fokus Perkuat Kolaborasi Filantropi Nasional

Ahad, 26 April 2026 | 08:04:50 WIB
PFI Tetapkan Strategi 2026, Fokus Perkuat Kolaborasi Filantropi Nasional

JAKARTA (RA) - Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menetapkan arah strategis tahun 2026 untuk memperkuat peran filantropi sebagai motor solusi berbagai persoalan pembangunan nasional. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang digelar di Jakarta Kamis lalu. 

PFI menilai tantangan yang dihadapi Indonesia semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga ketimpangan ekonomi. Karena itu, pendekatan filantropi dinilai perlu bertransformasi menjadi lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berdampak luas.

Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, mengatakan strategi 2026 merupakan kelanjutan dari penguatan peran PFI sebagai pusat kolaborasi filantropi nasional yang telah dibangun sepanjang 2025.

"Fokus ke depan bukan hanya memperluas kolaborasi, tetapi memastikan setiap inisiatif terhubung dalam satu ekosistem dan berkembang menjadi aksi kolektif yang lebih terarah," ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Dalam rencana strategis 2026, PFI menetapkan tiga pilar utama. Pertama, memperkuat peran sebagai filantropi hub nasional yang menghubungkan sekaligus menyelaraskan berbagai aktor lintas sektor.

Kedua, mengembangkan ekosistem kolaborasi melalui forum multi-pemangku kepentingan dan klaster tematik. Langkah ini difokuskan untuk mempercepat solusi di sektor kemiskinan, ketahanan ekonomi, dan perubahan iklim.

Ketiga, memperkuat infrastruktur pengetahuan dan inovasi pendanaan sosial berbasis data, termasuk publikasi strategis dan model pembiayaan berkelanjutan.

Untuk mendukung implementasi strategi tersebut, PFI juga mengembangkan tiga platform utama, yakni Philanthropy Directory, Impact, dan Learning.

Platform directory akan menjadi basis data terintegrasi untuk memetakan aktor dan inisiatif filantropi. Sementara platform impact difokuskan pada pengukuran dan pelaporan dampak secara akuntabel. Adapun platform learning ditargetkan rampung pada 2026 sebagai ruang pembelajaran bersama bagi anggota.

PFI berharap ketiga platform ini dapat meningkatkan transparansi, efektivitas, dan kualitas kolaborasi dalam ekosistem filantropi nasional.

Sejumlah anggota PFI mengakui manfaat pendekatan kolaboratif yang selama ini dibangun. Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, menyebut kolaborasi lintas lembaga membuka peluang sinergi yang lebih luas.

"Kami tidak hanya belajar dari praktik baik, tetapi juga memperluas jangkauan program melalui kolaborasi," katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ahmad Juwaini dari Dompet Dhuafa. Ia menilai keikutsertaan dalam ekosistem PFI membantu memperluas jejaring sekaligus meningkatkan kapasitas dan tata kelola lembaga.

Sepanjang 2025, PFI mencatat sejumlah capaian, mulai dari pertumbuhan anggota, penyelenggaraan forum diskusi, hingga pelaksanaan inisiatif seperti Filantropi Indonesia Festival dan Multi-Stakeholder Forum.

"Ke depan, PFI juga akan memperkuat kemitraan lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, maupun mitra internasional. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kontribusi filantropi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujarnya.

PFI menegaskan bahwa masa depan filantropi Indonesia tidak hanya bergantung pada besarnya dana yang dihimpun, tetapi pada kemampuan mengelola dan mengarahkan sumber daya tersebut menjadi dampak nyata dan berkelanjutan.

Melalui RUA 2026, PFI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak ekosistem sekaligus pendorong budaya filantropi nasional yang lebih terukur, inklusif, dan berdampak luas.

Tags

Terkini

Terpopuler